Dewi Sandra, Proses Hijrah yang Tiada Henti

Bagi seorang Dewi Sandra, segala hal di dunia ini bisa menjadi alat komunikasi Sang Pencipta kepada umat-Nya. Semuanya merupakan inspirasi yang menuntun Dewi untuk meraih segala yang terbaik dalam kehidupan, di dunia maupun di akhirat.

Indonesia mengenal Dewi Sandra sebagai seorang artis yang berbakat, entah itu dalam seni peran, seni suara, hingga mempresentasikan sebuah acara. Jika mengikuti perkembangan karier wanita ini sejak awal, Anda pasti setuju jika penampilan Dewi saat ini bisa dibilang sangat berbeda dengan dirinya pada masa lalu.

Dewi Sandra mungkin adalah seseorang yang akan membantah jika Anda mengatakan dia “sudah” berhijrah, karena dirinya belum selesai melakukan hijrah. Manusia pada hakikatnya harus terus tumbuh dan belajar untuk membuat diri menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itulah bagi Dewi hijrah merupakan sebuah proses yang tiada henti. Namun, proses mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa ini merupakan sesuatu yang Dewi nikmati.

Salah satu wujud nyata yang paling menginspirasi Dewi Sandra dalam hidupnya adalah ketika dia bermain dalam film 99 Cahaya di Langit Eropa, seperti ketika dia menemukan sebuah lukisan Bunda Maria di Museum Louvre, Paris yang di bawahnya terdapat tulisan Arab kecil yang menyebut nama Allah. Selain itu, perjalanannya ke Spanyol belum lama ini juga memberikan beberapa wawasan baru soal sejarah islam yang membuat Dewi tergerak untuk melihat sesuatu dari kacamata yang lebih luas lagi.

Kehadiran suami yang juga sangat menyukai kesederhanaan seperti halnya Dewi Sandra juga merupakan apa yang Dewi syukuri. Misalnya saja dengan kurma atau buah-buahan yang lebih mereka pilih sebagai menu sahur di bulan Ramadan. Menu buka puasa pun juga seadanya saja. Dewi yang sebenarnya lebih suka memasak makanan ala Barat yang simpel dan suaminya yang lebih menyukai cita rasa masakan Indonesia seperti Sayur Asem dan Jengkol pun berhasil menyelaraskan selera dan harmonis sebagai pasangan.

Kegiatan pengisi waktu senggang versi Dewi Sandra kini adalah membaca, terutama membaca Al-Quran yang selalu berhasil memberikannya rasa takjub dan ketenangan. Semua yang membentuk dirinya kini, ungkap Dewi, tentu tidak bisa dilepaskan dari karier di dunia entertainment yang telah memberikan banyak pelajaran hidup dengan praktek langsung–terlepas dari buku pelajaran.

Simak Cover Story edisi bulan Mei kami selengkapnya di E-Magazine yang bisa Anda unduh di sini.

Kecintaan Akan Musik

Bisa bernyanyi, memainkan beragam alat musik, menciptakan lagu, hingga melatih vokal adalah bukti kecintaan pria satu ini pada musik. Dirinya bahkan sudah berkecimpung di dunia yang penuh dengan lantunan nada sejak dirinya bisa mengingat.

Indra Aziz pertama kali jatuh cinta pada musik saat kecil. Mendiang ibunya yang suka bernyanyi dalam beragam kesempatan dan ayahnya yang kerap kali membelikan instrumen musik untuk dia mainkanlah yang kurang lebih berperan di sini. Tapi, meskipun sempat berkutat dengan drum, gitar, kibor, hingga basis, vokal lah yang paling dia sukai dan menjadi keahliannya. “Alat” musik ini menurutnya adalah yang paling erat dengan story telling sehingga dia merasa lebih bisa berekspresi dengan suara dibanding alat musik yang lain.

Meskipun demikian, Indra Aziz juga mengaku akrab dengan alat musik saksofon yang dia mainkan sejak tahun 1998. Dalam ceritanya pada majalah Network!, alat musik ini membuatnya mendapatkan wawasan musik yang lebih luas dan relasi yang lebih besar. Selain itu, alat musik ini juga mirip dengan suara yaitu sama-sama menggunakan napas.

Berbicara tentang Indra Aziz tidak bisa lepas dari kegemarannya akan musik Jazz. Meskipun awalnya mengaku pusing dan tidak suka dengan genre musik ini, Indra Aziz sudah berbalik jatuh cinta berkat cool jazz yang diperkenalkan oleh temannya. Bagi Indra, Jazz memiliki begitu banyak aspek yang bisa didalami dan membuat moodnya lebih baik setiap kali mendengarkannya. Jazz juga bisa menjadi “playground” yang sangat baik bagi para musisi karena membangun kolaborasi yang kuat.

Albumnya yang akhir tahun lalu debut juga berisikan lagu jazz yang Indra Aziz nyanyikan dan ciptakan sendiri dengan hati. Ketika ditanya mengapa tidak mengawali kariernya dengan terjun langsung ke dunia tarik suara, Indra Aziz mengatakan kalau sejak awal dia memang suka melatih vokal. Layaknya sutradara dengan pemain film, profesi di balik layar seperti vocal coach dan penyanyi di panggung atau rekaman pun tidak bisa disamakan.

Keasyikannya melatih vokal terlihat dari kepiawaiannya dalam mengedukasi murid-murid yang sudah akrab dengan masyarakat seperti Rossa, Afghan, para finalis Indonesian Idol, dan masih banyak lagi. Caranya membantu mereka yang berlatih bersamanya dalam “mengakali” kelemahan bernyanyi masing-masing adalah dengan fokus pada kelebihan hingga mereka terbiasa dan termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi.

Sementara untuk menciptakan lagu bagus, Indra mengatakan bahwa modal utama terletak pada konsep cerita. Semua yang ingin diceritakan dari lagu itulah yang kemudian bisa dikembangkan menjadi suatu karya musik yang memiliki koneksi dengan pendengarnya. Khusus untuk albumnya, makna “jangan takut salah atau takut mencoba” pun dia sampaikan.

Hal terkeren yang patut menjadi inspirasi dari Indra Aziz adalah fakta bahwa meskipun berkecimpung di dunia musik, dirinya juga ahli dalam bidang lain seperti programming (membuat game dan aplikasi), seni peran (beberapa kali menjadi pemeran dalam acara televisi), hingga menulis. Pemusik yang mengaku memfavoritkan Indra Lesmana ini mengungkapkan bahwa dirinya sudah menyiapkan naskah buku belajar vokal yang dia harap akan rilis tahun ini bersama dengan materi audionya juga.

Simak ulasan profil-profil menarik lainnya dalam Network! E-Magazine yang bisa Anda unduh di sini.

Nonton Televisi yang Baik untuk Anak

Kemajuan teknologi selalu memiliki sisi plus dan minus, salah satunya adalah dampaknya terhadap anak. Di satu sisi, televisi dapat “meracuni” dan membuat anak ketergantungan. Di sisi lain, televisi dapat menunjang edukasi anak, asalkan dieksekusi dengan baik penggunaannya. Berikut ini adalah tipsnya.

Jangan Berikan Kebebasan Nonton TV
Sebisa mungkin, jangan berikan kebiasaan nonton TV pada anak sebebasnya. Seringkali, adiksi tercipta karena sebuah kebiasaan. Anak-anak juga memiliki kecenderungan meniru perilaku orangtua atau orang dewasa di sekitarnya. Jika Anda sendiri memilih untuk menghabiskan waktu bersama anak sembari menonton TV, pastikan memiliki waktu bersama yang Anda bisa selalu mendampinginya. Berikanlah syarat semisal boleh menonton setelah pekerjaan rumah selesai.

Pilih Tayangan yang Tepat
Selain memperhatikan pola, konten televisi yang diberikan kepada anak pun harus diperhatikan. Jangan izinkan anak menonton film atau acara TV yang tidak sesuai dengan umurnya, bahkan meskipun itu hanya sebuah film aksi. Logo “Semua Umur”, “Remaja”, atau “Dewasa” dibuat bukan tanpa alasan. Anak-anak harus menonton film yang sesuai dengan umurnya. Selain tayangan yang menghibur, akan lebih baik lagi jika Anda pun memilihkan tayangan yang edukatif dengan membaca referensinya di panduan program.

Setel TV di Waktu yang Tepat
Setelah tahu tayangan apa yang baik untuk dipertontonkan pada anak, lihatlah waktunya dan setel TV di saat yang tepat; pastinya pada saat liburan, santai tidak ada tugas, dan bukan pada waktu menjelang tidur yang akan membuat anak tidak mau tidur dan mengganggu jam istirahatnya.

Temani Anak Menonton TV
Meskipun telah memilih waktu dan tayangan yang tepat, akan lebih baik jika Anda juga turut menemani anak menonton TV. Hal ini akan menghindari atau setidaknya lebih meminimalisir dampak buruk suatu tayangan pada anak. Anda juga bisa memberitahu pelajaran atau pesan-pesan baik dari tayangan yang anak Anda tonton bersama Anda.

Mighty Mike

Boomerang, MNC Vision channel 39

Sabtu & Minggu @ 09.00 WIB

Seekor anjing bernama Mike hanya mempunyai satu harapan kecil ketika tuannya pergi dari rumah, yaitu duduk di kursi santai sambil minum segelas teh dan membaca koran. Sayangnya, peliharaan tuannya yang lain selalu mengganggu ketenangan Mike dengan berlarian kesana kemari. Ketenangan yang diimpikan Mike pun semakin jauh dari jangkauan ketika binatang-binatang “tetangga” ikut bertandang dan mengacaukan rumah juga.

Melawan Gravitasi

Selama ini seni patung harus berdiri kokoh di atas permukaan tanah. Jika salah konstruksi, patung akan jatuh kehilangan keseimbangan dan hancur. Namun beda halnya dengan karya dari seniman patung Jerzy Kedziora asal Polandia. Karyanya memang dibuat memiliki keseimbangan untuk digantungkan di udara melawan gravitasi, menciptakan kesan melayang dengan figur atletik yang sedang berpose dengan indah dan elegan. Kritikus menyebutnya seniman yang memadukan patung klasik dengan kinetik. Kebosanannya memamerkan karya diam di ruang tertutup membawanya ke seri ‘Balancing Scultures’ yang digantungkan di ruang terbuka dan bisa dilihat publik.

New Journey to the West

Setiap Jumat @ 22.00 WIB

S-One, MNC Vision channel 164

Acara reality show asal Korea Selatan yang pertama kali disiarkan pada tahun 2015 ini telah memasuki musim ketiganya. Tidak seperti program jalan-jalan yang biasa, masing-masing pembawa acaranya memerankan karakter dalam “Journey to the West” yang terkenal seperti Kera Sakti, Sang Biksu, hingga Patkai. Setiap musimnya, daerah tujuan perjalanan mereka pun berbeda-beda dan menarik untuk disimak bersama.

HBO Sales Appreciation Awards Night

Keberhasilan MNC Vision dan MNC Play sebagai salah satu merek TV berlangganan unggulan di Indonesia adalah berkat dari peran seluruh pihak yang terlibat. Termasuk para sales agent yang berprestasi dan pantas diapresiasi. Bersama HBO, acara bertajuk HBO Sales Appreciation Night pun berhasil diselenggarakan pada Senin, 13 Mei lalu.

Acara ini merupakan momen yang diciptakan untuk mengapresiasi prestasi karyawan dan mempererat hubungan kerja untuk kepentingan bersama serta hasil yang lebih baik lagi ke depannya. Sales Appreciation Awards Night yang diselenggarakan bersama HBO ini pun bertajuk “Journey to the Top” yang merepresentasikan perjalanan bersama MNC Vision Networks menuju kesuksesan.

“HBO telah lama menjadi mitra yang baik dan suportif bagi MNC Vision dan MNC Play. Melalui berbagai film blockbuster Hollywood terbaik dunia yang ditayangkannya, HBO menjadi salah satu channel terfavorit bagi pelanggan MNC Vision dan MNC Play. Tentunya hal ini tidak lepas dari kontribusi para sales agent kami yang telah bekerja keras dalam memasarkan serta mengangkat brand HBO kepada para pelanggan setia kami dan kami sangat senang HBO memberikan kesempatan bagi kami untuk menunjukkan apresiasi kepada para sales agent ini. Kami berharap ke depannya, seluruh karyawan MNC Vision dan MNC Play dapat terus termotivasi untuk memberikan layanan terbaik bagi seluruh pelanggan,” kata Ade Tjendra, CEO MNC Vision Networks, seperti yang dilansir di rilis medianya.

MNC Vision dan MNC Play yang tergabung dalam MNC Vision Networks memang mempunyai komitmen untuk selalu menghadirkan pelayanan terbaik dan channel-channel berkualitas bagi para pelanggan setianya. Di antaranya tentu saja channel HBO yang menjadi favorit banyak orang dan telah menjadi salah satu mitra terbaik MNC Vision Networks. Keberhasilan yang tidak lepas dari usaha para sales agent dalam meningkatkan penjualan pun diapresiasi berdasarkan 7 kategori berikut:

• Top Agent MNC Vision – Upselling HBO Pack (5 pemenang)
• Top Agent MNC Vision – Retention HBO Pack (15 pemenang)
• Top Agent MNC Vision – Customer Care HBO Pack (10 pemenang)
• Top Agent MNC Play – Upselling HBO Pack (4 pemenang)
• Top Agent MNC Play – Sales HBO Pack (3 pemenang)
• Top Agent MNC Play – Retention HBO Pack (2 pemenang)
• Top Agent MNC Play – Customer Care HBO Pack (2 pemenang)

Selain pemberian penghargaan, acara ini pun turut diisi dengan sesi buka puasa bersama yang memperlihatkan jalinan erat silaturahmi.

Ayo Ikuti Petualangan Moana

Perdana Minggu, 19 Mei @ 10.00 WIB

Disney Channel, MNC Vision channel 45

Ikuti petualangan Moana, seorang anak remaja yang gemar menjelajah. Di sini dia akan berlayar dalam rangka menyelamatkan banyak orang. Dalam perjalanannya ini, Moana pun bertemu dengan Maui yang membantunya. Bersama-sama mereka mengarungi samudra luas yang dijaga oleh monster-monster mengerikan dan tantangan yang juga tidak kalah menegangkan. Di sini pula lah Moana berhasil mengungkap apa yang selama ini dia cari: jati dirinya yang sesungguhnya.

Euronews Now

Senin-Sabtu @ 17.00 WIB

Euronews, MNC Vision channel 334

Mengetahui informasi terkini adalah apa yang Anda butuhkan untuk pintar memutuskan langkah atau terhubung dengan berbagai belahan dunia. Acara berita ini memberikan analisis mendalam tentang berita-berita utama di Eropa dan sebagainya. Program yang menyuguhkan setiap informasi dengan segala sudut pandang dari setiap suara yang diterima.

Mengelola Keuangan Jelang Lebaran

Terjadinya pemborosan dan menghabiskan uang Tunjangan Hari Raya (THR) dalam sekejap seakan tak terelakkan jelang lebaran. Ada banyak pengeluaran tak terduga yang sepertinya sudah diantisipasi namun meleset perkiraannya. Tidak jarang banyak keluarga yang justru berutang pasca lebaran. Bagaimanakah agar hal ini tidak terjadi?

Introspeksi
Pertama, pelajari pengeluaran hari raya dengan berintrospeksi diri dari tahun sebelumnya, mulai dari pengeluaran mudik (jika mudik) hingga pengeluaran selama hari raya lebaran. Analisa di sektor mana Anda paling banyak mengeluarkan uang dan pelajari apakah bisa lebih hemat dari tahun sebelumnya. Kuncinya menyesuaikan pemasukan dan pengeluaran dengan kebiasaan yang sudah berjalan di keluarga masing-masing, karena setiap orang memiliki prioritas yang berbeda-beda.

Berhitung
Hari lebaran bisa dibilang hari libur keluarga karena akan mendapat hari libur panjang dan pengeluaran menjadi besar karena ada aktivitas mudik dan menjamu tamu dengan hidangan istimewa. Belum lagi pakaian baru dan pengeluaran lainnya. Dibutuhkan kedisiplinan dan ketegasan akan pengeluaran ini, jangan sampai terlilit hutang. Dana THR yang dirasa tidak cukup bisa dibantu jika Anda sudah menyisihkan 5% penghasilan dari bulan-bulan sebelumnya.

THR Bukan Jaminan
Seringkali dana THR yang diandalkan menjadi penyokong dana lebaran justru tidak cukup untuk menutup pengeluaran. Antisipasi naiknya harga kebutuhan pokok, asisten rumah tangga pengganti, hingga hadiah-hadiah yang menjadi bingkisan untuk keluarga di kampung halaman. Usahakan pengeluaran tidak lebih dari gaji dan THR yang diterima.

Belanja Cermat
Sudah menjadi tradisi adanya belanja pakaian hingga seprangkat Shalat baru untuk menyambut lebaran. Tidak jarang keluarga melakukan renovasi besar-besaran untuk menjamu tamu di rumah. Cermatilah apa saja yang sebenarnya perlu dan tidak perlu dilakukan hanya karena euforia atau ego semata. Jangan sampai momen kekeluargaan justru menjadi rusak karena terlalu banyak memikirkan hutang yang harus dibayar kemudian.

Dana Tak Terduga
Khusus bagi Anda yang akan mudik, selalu sediakan biaya tak terduga selama perjalanan menuju kampung halaman hingga kembali ke kota. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selama di jalan dan sedia payung sebelum hujan menjadi jalan terbaik untuk menghindari hal tak diinginkan. Sebut saja servis kendaraan sebelum berangkat, biaya ekstra jika alat transportasi mendadak bermasalah hingga biaya akomodasi maupun transportasi lainnya.

Simak artikel-artikel tips dan hiburan lainnya dengan mengunduh majalah Network! di link ini.