Sinopsis Film The Incredible Monk: Dragon Return

Tayang perdana Minggu, 20 Januari @ 21.00 WIB
Celestial Movies (MNC Vision Channel 20).

Biksu bernama Ji Gong dari Dinasti Song dikenal dalam legenda Tiongkok sebagai pahlawan eksentrik yang menggunakan kekuatannya untuk meolong yang miskin dan melindungi yang lemah. Dari waktu ke waktu, banyak aktor ternama yang sudah memerankan sosok ini dalam berbagai versi seperti Leung Sing Bor, Sun Ma Sze Tsang, You Benchang, Karl Maka dan Stephen Chow dalam film The Mad Monk. Versi terbarunya diperankan oleh aktor asal Hong Kong, Benny chan dalam serial televisi di tahun 2010 – 2015. Serial tersebut kemudian diangkat ke layar lebar oleh penulis dan sutradara, lam Tze Chung.

Petualangan berlangsung dengan menggabungkan kekuatan dengan para pahlawan lain dari tiga dunia demi menyelamatkan cinta pertama dari seorang jenderal, Ko Yan Kit. Sang pujaan hati, Fung Yee dipaksa bekerja di tempat pebuh kejahatan dan meminta tolong sang biksu. Sayangnya saat dalam aksi penyelamatan, sang pujaan hati terbunuh dan petualangan berlangsung ke alam baka untuk menyelamatkan roh Fung Yee sekaligus menyelamatkan kehidupan umat manusia.

 

Instant Family, Film Keluarga yang Menghangatkan Hati

Ada begitu banyak film keluarga yang mengangkat tema hubungan antara orangtua dan anak, tapi tidak semuanya sanggup menghadirkan rasa haru dan menyenangkan sekaligus ketika ditonton. Instant Family adalah salah satu contoh film bertema keluarga yang berhasil menghadirkan dua nuansa itu sekaligus dengan sangat baik.

Film ini bercerita tentang lika-liku pasangan suami istri ketika mengadopsi tiga orang kakak beradik dari rumah asuh. Semua berawal ketika Ellie Wagner (Rose Byrne) menganggap serius candaan suaminya untuk mengadopsi seorang anak. Ellie semakin termotivasi untuk mendapatkan seorang anak asuh setelah mencari tahu soal program ini dari sebuah situs di internet, Pete Wagner (Mark Wahlberg) yang awalnya tidak menganggap serius ide ini pun berubah pikiran dan ikut bersemangat untuk mencari anak adopsi. Ketika akhirnya mereka memutuskan untuk mengadopsi seorang gadis remaja bernama Lizzie (Isabela Moner) dan turut mengadopsi kedua adik Lizzie yaitu Juan (Gustavo Quiroz) dan Lita (Julianna Gamiz), ‘petualangan’ mereka sebagai orangtua baru pun dimulai. Mereka harus menyesuaikan diri dengan karakter masing-masing anak yang berbeda satu sama lain, belum lagi menghadapi Lizzie–anak tertua yang lebih emosional dan agak susah diatur. Pete dan Ellie yang pada awalnya ingin menyerah pun akhirnya menyadari perasaan kasih sayang yang tumbuh dan memperjuangkan hak asuh mereka setelah kemunculan kembali ibu kandung Lizzie, Juan dan Lita.

Film keluarga bergenre komedi ini terinspirasi oleh pengalaman pribadi Sean Anders yang tidak lain dan tidak bukan merupakan sutradara film ini sendiri. Tidak hanya komedi, film ini juga memiliki unsur drama yang membuatnya begitu menyentuh dan menghangatkan hati. Instant Family merupakan sebuah film dengan pesan moral hubungan orangtua dan anak, cara menghadapi emosi anak, kasih sayang yang tulus, juga kesempatan yang bisa diberikan bagi mereka yang mau mencoba.

Di Indonesia, film ini akan mulai serentak tayang pada 25 Januari 2019 di bioskop XXI dan bioskop-bioskop lainnya. Jangan lupa ajak keluarga Anda ke bioskop kesayangan Anda itu dan rasakan sensasi kebahagiaan yang haru bersama keluarga.

Sinopsis Film Braven

Perdana Sabtu, 19 Januari @ 21.00 PM
Jason Momoa, Garret Dillahunt, Jill Wagner
HBO CH 7

Joe Braven (Jason Momoa) adalah pemilik usaha kayu yang tinggal bersama keluarga di Kanada. Ayahnya, Linden yang menderita demensia salah mengira seorang wanita di bar sebagai istrinya dan membuatnya terlibat keributan. Sejak kejadian itu, keluarganya memutuskan untuk rehat namun ternyata masalah kembali datang karena ada sindikat pengedar narkoba yang memanfaatkan bisnis Joe untuk operasi jual-beli.

 

 

 

Film-Film Rekomendasi yang Tayang Januari 2019

A Dog’s Way Home

Edward James Olmos, Alexandra Shipp, Ashley Judd

Diadaptasi dari buku laris karangan W. Bruce Cameron, film ini bercerita tentang petualangan Bella, seekor anjing yang terpisah dari majikannya. Selama tersesat di jalan dan mencari jalan pulang, Bella banyak menyentuh kehidupan makhluk lain. Persahabatan terjalin dan bahkan perjuangan untuk bertahan hidup di jalanan. Terlepas dari drama yang menyentuh perasaan, adegan animasi CGI anak singa gunung terlihat sedikit mengganggu menurut para kritikus dan membuat audiens sedikit menggaruk kepala. Namun drama kesetiaan seekor hewan peliharaan yang mencari jalan pulang dan segala kelucuannya terbilang cukup menghibur.

Glass

glassBruce Willis, Sarah Paulson, James McAvoy, Samuel L. Jackson

Sutradara M. Night Shyamalan membuat terobosan dengan menggabungkan sekuel film Split dan menghubungkannya dengan film Unbreakable yang rilis tahun 2000 silam. Shyamalan bekerja sama dengan produser Jason Blum untuk menggabungkan film genre thriller, drama, fiksi ilmiah dalam nuansa komik. Dua aktor senior akan beradu akting dengan aktor-aktor muda dalam sebuah film dengan efek psikologis yang menegangkan sekaligus misteri kejiwaan yang harus dipecahkan.

The Upside

the upsideBryan Cranston, Kevin Hart, Nicole Kidman, Julianna Margulies

Terinspirasi dari kisah nyata kehidupan Phillipe pozzo di Borgo, film komedi ini bercerita tentang bekas narapidana yang membangun hubungan pertemanan yang tidak biasa dengan seorang miliuner yang lumpuh. Sebuah pendekatan kisah kehidupan antara si kaya dan si miskin yang akhirnya saling membantu karena keadaan mempertemukan mereka. Disutradarai oleh Neil Burger, film ini juga didasari oleh film Prancis tahun 2011 yang berjudul The Intouchables. Cuplikan film ini pertama kali ditayangkan perdana di festival Film Internasional Toronto 2017 dan akan resmi tayang 11 Januari 2019.

The Kid Who Would be King

the kid who would be kingLouis Ashbourne Serkis, Dean chaumoo, Rebecca Ferguson, Patrick Stewart

Seorang bocah yang sering dirundung dan tidak spesial bernama Alex mendapati hidupnya berubah pasca berhasil mencabut pedang kuno di sebuah area terabaikan layaknya cerita Raja Arthur yang mencabut pedang Excalibur. Konflik mulai memanas ketika berita tersiar bahwa ketika pedang dicabut maka perang akan dimulai dan kejadian-kejadian yang tak terpikirkan oleh umat manusia harus dihadapi. Anda bisa bayangkan cerita Raja Arthur namun diperankan oleh bocah Inggris yang masih duduk di bangku sekolah.

Serenity

serenityMatthew McConaughey, Anne Hathaway, Diane Lane, Djimon Honsou, Jason Clarke

Bertabur bintang senior, film bergenre neo-noir thriller ini ditulis dan disutradarai oleh Steven Knight. Dikisahkan seorang kapten kapal memandu perjalanan yang tenang menuju Pulau Plymouth. Konflik terjadi ketika mantan istrinya meminta untuk diselamatkan dari suami barunya yang kejam. Pergumulan batin antara memilih hal yang benar dan salah menjadi rumit karena permintaan membunuh dari orang yang dekat. Pada kenyataannya, keadaan yang sebenarnya masih menjadi misteri dengan motif-motif yang dimiliki masing-masing orang.

Escape Room

escape room

Taylor Russell, Logan Miller, Deborah Ann Woll, Tyler Labine, Jay Ellis

Didominasi oleh bintang muda pendatang baru, film genre thriller psikologis ini bercerita tentang enam orang yang mendapatkan undangan untuk memecahkan sejumlah teka-teki menantang. Sayangnya menyelamatkan diri dari sebuah ruangan tertutup tidak semudah yang dibayangkan dan berisiko kehilangan nyawa. Alur cerita seperti ini memang terdengar tidak asing lagi namun berdasarkan cuplikannya, film ini banyak menggunakan efek CGI untuk menampilkan visual yang dinamis, perubahan ruangan dan situasi mekanis yang canggih.

Dapatkan informasi terupdate mengenai film-film menarik setiap bulannya dengan berlangganan majalah Network! yang bisa diakses di sini.

Representasi Kualitas Hidup dalam Lukisan Jennifer Packer

Seniman Jennifer Packer muncul kembali dengan karya-karya lukisannya yang dipamerkan di Sikkema Jenkins & Co, New York sejak 29 November 2018 hingga 19 Januari 2019. Pameran solonya ini menampilkan beberapa karya lukisan terbaik miliknya, dengan pemilihan warna yang sangat ekspresif dan goresan yang masing-masing mengandung makna di dalamnya. Dengan melihat karyanya, kita bisa menyimpulkan adanya representasi perasaan kehilangan, juga penyembuhan yang Packer coba sampaikan melalui lukisannya.

Monumen Penelope Umbrico

Penelope Umbrico memperkenalkan karya seni terbarunya yang mengambil tema alat-alat elektronik. Karyanya ini berbentuk sebuah ‘gunung’ atau tumpukan benda-benda yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya bisa menjadi sebuah karya seni, seperti televisi yang rusak dan monitor komputer yang sudah tidak terpakai. Dikatakan bila karya seni ini memiliki makna betapa cepatnya teknologi berkembang, tapi di satu sisi juga bisa cepat sekali tergantikan dengan teknologi lain yang lebih baru. Pameran karya seni yang unik ini bisa Anda lihat di BRIC, 647 Fulton Street, Brooklyn pada29 November 2018 hingga 20 Januari 2019.

Art Moments Jakarta 2019

Kali ini giliran event di tanah air yang akan kembali memeriahkan dunia persenian, tepatnya seni rupa. Art Moments Jakarta akan menghadirkan berbagai macam karya seniman lokal maupun luar, beberapa di antaranya yaitu Handiwirman Saputra, Christine Ay Tjoe, Ju Ming, Fernando Botero, dan Marc Quinn. Bertempat di Grand Hotel Ballroom Sheraton, Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, pameran seni ini akan diselenggarakan dari tanggal 3 sampai 5 Mei, 2019. Dengan melibatkan sekitar 50 galeri di Indonesia dan mancanegara, acara ini tentu tidak boleh dilewatkan oleh para penikmat seni di Indonesia.

Singapore Art Week 2019

Jika Anda sedang mencari sebuah event seni seru yang bisa didatangi bulan ini, Anda bisa coba tengok Singapore Art Week 2019 yang akan diselenggarakan  pada tanggal 19-27 Januari 2019 di berbagai museum dan galeri seni di Singapura, salah satunya adalah Komplek Seni Gilman Barracks. Acara ini merupakan acara ke tujuh dari pekan seni Singapura yang memang digelar setiap tahunnya. Kali ini yang ditonjolkan dalam pameran adalah seni modern dan kontemporer yang berasal dari dalam negeri (Singapura) maupun luar negeri. Diselenggarakan oleh National Arts Council, Singapore Tourism Board, dan Singapore Economic Development Board, Singapore Art Week memang cukup berhasil menarik perhatian para pecinta seni di dunia dengan beragam karya seni berkualitas dan juga diskusi yang dapat memperluas wawasan. Apalagi dengan konsep baru pameran di ruang terbuka Komplek Seni Gilman Barracks yang menghadirkan kesan natural yang sangat artistik.

Kolaborasi Google Assistant dan Fitur Audio Resolusi Tinggi

Kita sering mendengar headphone tanpa gangguan suara luar untuk para penggemar musik. Beradaptasi dengan tren tersebut, Pioneer mengeluarkan seri S9 yang juga dilengkapi dengan Google Assistant dan fitur audio resolusi tinggi. S9 (SE-MS9BN) bekerjasama dengan kepintaran artifisial Google, memudahkan komunikasi suara yang juga bisa digunakan untuk mencari arah dari Google Maps. Mendapatkan informasi seperti mendengarkan pesan suara, pengingat waktu hingga aplikasi kemudahan berbasis suara bisa dilakukan dengan alat ini. Fitur tersebut terealisasi dari Qualcomm aptX HD audio, dan CCAW (Copper-Clad Aluminium Wire). Dengan harga 199.99 Pounds, headphone ini hadir dalam pilihan warna hitam dan emas.

Teknologi Tinggi Telepon Genggam Lipat

Satu lagi produk teknologi tinggi yang megusung konsep retro datang dari Samsung, yakni W2019. Sebuah telepon genggam lipat dengan fitur smartphone seperti RAM 6 GB dan Qualcomm Snapdragon 845. Spesifikasinya antara lain; layar 4.2 inci eksternal S-AMOLED dengan resolusi Full HD. Ia hadir dalam dua warna, Rose Gold dan Platinum. Untuk daya tahan baterai yang digunakan adalah 3,070 mAh ditunjang instalasi Android 8.1 Oreo. Untuk kamera, lensa yang digunakan 12 MP dengan kamera utama apertur f/1.5 hingga f/2.4. Produk ini baru bisa didapat langsung di Tiongkok via China Unicom dengan harga sekitar US$2,700.