Tips Membawa Peralatan Perawatan & Kecantikan Wajah Saat Bepergian

Salah satu ritual yang sering terlupakan saat bepergian adalah merawat kesehatan kulit wajah dan tubuh. Alhasil banyak yang terlihat lelah dan kusam karena terlalu fokus menikmati momen liburan.

Ada beberapa cara mudah yang harus dilakukan untuk menjaga kulit tetap sehat dan segar, yakni membawa peralatan sendiri yang tidak merepotkan tanpa harus membeli produk baru di destinasi tujuan.

1. Menyiapkan yang Akan Dibawa
Siapkan beauty pouch atas tas kecil khusus untuk produk-produk perawatan maupun kosmetik yang akan dibawa. Banyak blogger kecantikan menyarankan untuk memilih tas yang bagian dalamnya dilapisi plastik agar saat produk tumpah mudah dibersihkan. Sedangkan untuk kompartemen, pilih yang memiliki banyak pemisah sehingga memudahkan untuk mencari produk.

2. Memilih Ukuran
Jika ingin membawa produk yang sifatnya cair, ukuran kemasan tidak boleh melebihi 100ml dan harus dikemas dalam plastik dengan segel seperti Ziploc. Pilihlah kemasan yang bisa diisi ulang dan pindahkan sampo, kondisioner hingga pelembab kulit ke dalamnya sehingga tidak perlu membawa kemasan besar yang merepotkan.

3. Pelembap
Pelembap banyak jenisnya, untuk kulit tubuh, tangan dan kaki, wajah, bibir hingga area mata. Khusus untuk area mata dan wajah, banyak produk dengan kemasan mini yang bisa diaplikasikan saat di kabin pesawat. Gunakan sebelum tidur untuk menghindari kulit dehidrasi karena dinginnya temperatur AC atau keringnya udara panas.

4. Tisu Pembersih
Bagi yang suka membersihkan wajah dengan sabun muka, gunakan saja tisu pembersih untuk wajah karena selain lebih praktis, juga menghemat tempat. Khusus untuk tubuh, terkadang mandi tidak memungkinkan, jadi gunakan tisu pembersih untuk menyeka area tubuh dengan lipatan, seperti ketiak, leher, hingga selangka paha.

 

Simak tips-tips lainnya untuk tetap cantik meski saat bepergian di majalah Network! edisi November yang bisa diakses melalui link di bawah:

https://mncvision.id/network-magazine

Gadget untuk Menunjang Perjalanan Liburan

Sesuai dengan tema The Travelling Isue, Network! bulan November 2018 membahas tentang gadget yang dapat menunjang perjalanan liburan untuk mengisi rubrik teknologi. Seperti pilihan gadget di bawah ini:

One Step Ahead

OneStep+ merupakan kamera Polaroid instan terbaru yang merupakan evolusi dari kamera sebelumnya, OneStep 2. Kamera ini terhubung dengan teknologi nirkabel Bluetooth dan menggunakan enam perangkat kreatif. Pengguna bisa bermain efek foto seperti double exposure, efek lukisan, hingga mode manual dengan kualitas gambar yang tajam. Alat seharga sekitar 160 euro ini dilengkapi juga dengan baterai yang tahan lama dan flash yang sangat kuat. Selama kamera diisi oleh kertas film, hasil foto yang sudah diedit di smartphone bisa langsung dicetak.

Coolness Everywhere

zero breeze

Panasnya udara membuat banyak orang ingin memiliki pendingin ruang yang bisa dibawa kemanapun mereka pergi. Inovasi terbaru yang terbilang unik bernama Zero Breeze, pendingin udara pertama di dunia yang bisa dibawa kemana-mana yang multi fungsi sebagai pengeras suara Bluetooth, pengisi ulang daya smartphone hingga lampu malam. Alat ini mampu mendinginkan ruangan 4,6 meter persegi menjadi temperatur 6,6 celsius. Cocok dibawa untuk berkemah, kamar kos, ruang kantor kecil hingga kamar di rumah. Untuk penggunaan, baterai dari alat seharga sekitar USD 899 ini mengandung 54 bagian dari komposisi 18650 lithium, yakni sekitar lima jam.

 

Ketahui gadget-gadget lainnya yang bisa menunjang perjalanan liburan Anda dengan membaca rubrik Net! Techno yang hadir setiap bulannya di majalah Network!. Akses di:

https://mncvision.id/network-magazine

Sarah Azka; Suka Duka Menjadi Kreator Konten

Nama Sarah Azka yang begitu familiar di industri fashion Indonesia sebagai model kini juga dikenal sebagai salah satu konten kreator travel. Sang pengantin baru yang kini berdomisili di Australia bersama suaminya yang juga hobi travelling pun berbagi cerita dalam wawancara khusus Network!.

Network! (N): Sarah boleh ceritakan bagaimana dulu dari model sampai jadi travel KOL (Key Opinion Leaders) sampai sekarang?

Sarah Azka (SA): Sebenarnya lebih enak kalau disebutnya kreator konten, ya? Awal mulanya empat tahun lalu, aku bergabung dengan program travel sebuah televisi swasta sebagai pemandu acara dan mungkin karena selalu bepergian, jadwal fashion show mulai bentrok. Semakin ke sini lebih merasa ‘enjoy’ di dunia travelling dan lebih mementingkan jadwal acara travel tersebut. Karena sering bepergian, maka konten yang diunggah lebih banyak foto travel dan bahkan sekarang sudah mulai bikin vlog (video blog).

N: Lebih passion di travelling atau industri hiburan?

SA: Sebenarnya dua-duanya sih, bahkan sekarang lagi kangen-kangennya jalan di catwalk. Kalau ada yang menawarkan jalan lagi sebagai model pasti tidak menolak. Tapi kalau memang harus memilih, tentu lebih ke travelling.

N: Dalam sebulan apakah sudah dijadwalkan pergi ke beberapa tempat?

SA: Sebenarnya justru kalau lagi diam di rumah dan jadwal kosong, langsung bertanya-tanya, ‘mau kemana nih?’. Jadi sebisa mungkin ditargetkan setiap bulan pergi travelling kemana pun yang tidak harus jauh untuk naik gunung atau berkemah.

N: Suka-duka jadi kreator konten travel?

SA: Sukanya, aku merasa ini passion-ku jadi seperti tidak kerja meski sedang bekerja. Enjoy banget terlebih saat dapat kampanye jadi banyak jalan. Orang melihat ‘enak ya jalan-jalan gratis terus’, padahal di balik foto bagus itu ada perjuangan menuju tempat yang berbahaya, misalnya di kanan-kirinya ada jurang, harus menanjak berjam-jam dan banyak hal lain. Tempat yang bagus itu ada yang susah dan ada yang mudah mencapainya. Ada momen dimana di satu tempat, makanannya tidak cocok dengan lidah kita. Tapi kembali lagi semua dikembalikan pada diri sendiri untuk bisa menikmati momen dan mendapatkan pengalaman baru.

 

Untuk tahu lanjutan wawancara Network! dengan salah seorang influencer ini, dapatkan majalah Network! edisi November yang bisa diakses di:

https://mncvision.id/network-magazine

Sekilas Mengenai Film Ralph Breaks the Internet

Tak terasa, sudah enam tahun berlalu sejak film Wreck-It Ralph dari Studio Animasi Disney diluncurkan. Sekuelnya akan kembali menghibur Anda maupun keluarga dengan judul Ralph Breaks the Internet.

Dengan pengisi suara aktor-aktor ternama seperti John C. Reilly, Sarah Silverman, Jane Lynch, Taraji P. Henson hingga Gal Gadot, film animasi 3-D ini juga akan menampilkan banyak tokoh animasi maupun superhero dari berbagai studio.

Cerita terpusat pada akses internet yang mulai memasuki area permainan milik Mr. Litwak karena ada salah satu komponen permainan Sugar Rush yang rusak. Dari situ Ralph dan teman baiknya, Vanellope von Schweetz masuk ke dunia baru di mana mereka bertemu para karakter terkenal di internet, seperti para putri Disney, Muppets, Star Wars, Marvel Comics, Disney Animation, Eeyore dari Winnie The Pooh, Sonic the Hedgehog hingga Pixar.

Sekuel ini sebenarnya sudah direncanakan tayang di bulan Maret lalu, namun karena Disney akan meluncurkan A Wrinkle in Time di bulan April, maka terpaksa diundur ke bulan November agar animo audiens terjaga. Awalnya, film ini diberi judul Ralph Breaks the Internet: Wreck-It Ralph 2, namun karena dianggap terlalu panjang dan tidak mudah diingat, maka dipendekkan menjadi Ralph Breaks the Internet.

 

Simak pembahasan Ralph Breaks the Internet dan film-film lainnya di majalah Network yang bisa diakses melalui:

https://mncvision.id/network-magazine

Perjalanan Febrian Menjadi Seorang Travel Blogger

Sebuah kepuasan tersendiri jika seseorang mampu memiliki pekerjaan yang disenangi dan mendapatkan penghasilan. Begitulah yang dirasakan lelaki yang merasa beruntung telah menemukan hasrat dan jalan hidupnya sebagai travel blogger, Febrian.

Saat ini profesi Key Opinion Leaders (KOL) atau influencer begitu banyak digeluti dan lelaki yang sempat berkarir sebagai penyanyi pernikahan ini pun membutuhkan jalan yang tak mudah untuk mencapai titik seperti sekarang ini.

Ia sempat mengikuti ajang pencarian bakat, memenangkan penghargaan sebagai penyanyi solo terbaik hingga mengeluarkan album sendiri di tahun 2010. Namun keputusannya meninggalkan profesi di dunia tarik suara dan terjun sepenuhnya menekuni passion sebagai travel blogger dijalani berkat saran seorang teman. “Kalau mau berhasil dalam suatu hal harus 100% menjalani, jangan setengah-setengah,” ujarnya.

Dulu, saat menjadi penyanyi ia sudah menyenangi aktivitas bepergian namun sifatnya rekreasional, bukan profesional. Menjadi seorang travel blogger harus pandai membagi waktu untuk membuat konten di berbagai media, seperti menulis di blog ceritafebrian.com, mengisi foto di akun Instagram @_febrian, bercuap di Twitter hingga membuat video. Semua ia lakukan sendiri tanpa bantuan asisten. Iapun memiliki pekerjaan tetap menjadi host untuk program dokumenter Jurnal Indonesia Kaya yang setiap bulannya membawa dirinya mengunjungi tiga hingga empat lokasi.

Sebelum semua berjalan lancar, ia harus melewati masa-masa sulit terlebih dahulu, misalnya mengeluarkan modal sendiri untuk membuat konten. “Penghasilan saya disisihkan 70% untuk tabungan yang kemudian dipakai untuk travelling, 20% untuk biaya hidup sehari-hari dan 10% untuk spiritual dan amal.” Ia mengaku saat bertekad pindah profesi dari penyanyi menjadi travel blogger, ia harus nomaden menetap di berbagai daerah seperti Yogyakarta, Malang hingga Kalimantan dan semua menggunakan tabungan yang sudah disiapkan.

 

Baca lanjutan kisah seorang travel blogger ini dan profil orang-orang yang menginspirasi lainnya dalam majalah Network! yang bisa diakses di:

https://mncvision.id/network-magazine

Rekomendasi Buku November 2018

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat – Mark Manson

Buku karangan blogger asal New York ini begitu menggelitik untuk diintip isinya dengan judul yang provokatif. Buku ini membuka pikiran bahwa ada banyak hal yang tak perlu dipersoalkan dalam hidup agar bisa lebih bahagia ataupun meraih kesuksesan. Ia pun menjabarkannya dalam tiga poin bagi para pembaca yang sedang mencari jati diri atau bahkan sedang dalam titik terendah kehidupan. Diterbitkan oleh Grasindo seharga Rp 67,000.

Bicara Itu Ada Seninya – Oh Su Hyang

bicara itu ada seninya

Buku ini menuturkan bahwa sebuah ucapan yang bisa disebut baik adalah yang bisa menggetarkan hati. Ada rahasia inti komunikasi yang membuat seseorang berkomunikasi lebih efisien yang bermanfaat bagi teknik persuasi hingga negosisasi. Apa saja kah itu? Penulis pun yakin rasa percaya diri untuk berbicara pun akan tumbuh dengan sendirinya. Diterbitkan oleh Bhuana Ilmu Populer seharga Rp 67,000.

A Court of Mist and Fury – Sarah J. Maas

a court of mist furry

Jika novel pertamanya banyak menceritakan kisah karakter utama yang berusaha menghancurkan kutukan, di novel kedua bergenre fantasi ini menceritakan perjuangan melawan musuh yang sebenarnya dan bagaimana dia memutuskan untuk melindungi sesuatu yang menjadi keyakinannya. Buku pemenang penghargaan Goodreads Choice setebal 857 halaman ini banyak menceritakan tentang bangsa peri yang diterbitkan oleh Bhuana Sastra seharga Rp 150,000.

Daily Dose of Shine – Ahmad Fuadi

daily dose of shine

Buku penuh ilustrasi dan kutipan islami ini bisa dijadikan pendorong semangat, bersyukur dan rendah hati. Misalnya kutipan pertama, ‘Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil’ dari Ibnu Al-Wurd dan kawan-kawan. Ada total 71 kutipan yang dirangkum dari banyak situs yang dikemas dengan ilustrasi warna-warni. Harga Rp 88.000.

 

Simak rekomendasi buku di bulan November dan bulan-bulan lainnya dengan berlangganan majalah Network! yang bisa diakses di link di bawah ini:

https://mncvision.id/network-magazine

Inspirasi Kostum Halloween dari Para Karakter Film Horor

Bagi sebagian orang, Halloween merupakan ajang untuk beradu kreatifitas berdandan dan berpakaian layaknya tokoh-tokoh terkenal dari film horor. Namun seiring berjalannya waktu, banyak juga yang menggunakan kostum layaknya tokoh fiksi lainnya yang bukan dari genre horor, melainkan gaya selebriti, tokoh kartun atau bahkan gaya berbusana dari sebuah era tertentu.

Adapun tokoh-tokoh cerita menyeramkan yang populer dijadikan inspirasi bermain kostum selalu jatuh pilihannya kepada mereka, yang seakan sudah menjadi ikon berbusana atau film-film mereka kembali diputar di televisi untuk merayakan Halloween itu sendiri. Seperti yang dibahas berikut ini:

Pennywise

Karakter badut ini dikenal dari novel IT karangan Stephen King yang muncul setiap 27 tahun. Dalam cerita, ia sebenarnya makhluk luar angkasa yang bisa berubah bentuk menjadi apapun, namun paling sering mengambil sosok badut untuk memanipulasi anak-anak. Karakter badut memang paling mudah ditiru untuk pesta Halloween dan sang penulis pun mengaku bahwa sosok badut ini ia munculkan setelah bertanya apa hal yang paling ditakuti anak-anak.

Freddy Krueger

Film A Nightmare on Elm Street tahun 1984 ini ternyata berhasil melahirkan karakter yang sulit dilupakan. Pria dengan bekas luka bakar yang melakukan aksi kejahatan di dalam mimpi orang lain begitu menakutkan dan memiliki ciri khas yang kuat; topi fedora cokelat, sweater garis hijau merah kusam, celana panjang dan sepatu hitam lengkap dengan sarung tangan dengan alat tajam bagai pemotong di jemarinya.

Kembar Grady

Film The Shining tahun 1980 ini begitu ikonik dan terbilang film horor paling menyeramkan sepanjang masa yang diadaptasi dari novel karya Stephen King. Ada karakter anak kembar yang sangat khas dengan baju warna biru. Si kembar Grady, Lisa dan Louise Burns kerap ditiru penampilannya untuk pesta Halloween.

 

Temukan bahasan mengenai tokoh-tokoh jahat yang populer seperti Valak, Ghostface, bahkan hantu Jepang Sadako pada majalah Network! edisi Oktober 2018 yang bisa diakses melalui link di bawah:

https://mncvision.id/network-magazine

Sinopsis Film Venom

Bagi penggemar komik Marvel, terutama Spider-Man tentunya sudah tidak asing Venom ini. Film ini disutradarai oleh Ruben Fleischer, serta naskah dipegang oleh Scott Rosenberg, Kelly Marcel dan Jeff Pinkner. Bahkan Venom sudah menjadi karakter lawan yang favorit, karena kekuatan yang dimilikinya serta kemampuan yang unik dari alien yang berjenis simbiosis ini. Proses pengembangan film spin-off  Venom dinilai sangat menarik di mata pihak Sony Pitcures yang mewujudkannya di tahun ini.

Dalam komik, Eddie Brock alias Venom adalah saingan dari Peter Parker alias Spider-Man dalam pekerjaannya sebagai jurnalis. Namun di filmnya nanti, Venom yang diperankan oleh Tom Hardy, akan menjadi antihero, berbeda dengan peran antagonis di film sebelumnya. Beredar bahwa cerita nanti di film ini berdasar dari komik Venom: Lethal Protector (1993) dan Planet of the Symbiotes (1995).

Di sinilah aktris cantik Michelle Williams beradu peran dengan Tom Hardy. Kita sepakat bahwa para pemeran film ini akan menjadi sesuatu yang perlu kita nantikan. Monster hitam ini muncul dan masuk ke dalam tubuh Eddie Brock, berawal dari dia menyelidiki sebuah laboratorium penelitian sebagai jurnalis investigasi. Laboratorium yang dicurigai dipimpin oleh Dr. Carlton Drake, yang memiliki rencana jahat serta otak dari penggabungan symbiote dengan manusia.

 

Baca selengkapnya beberapa pembahasan mengenai symbiote ini di majalah Network! edisi Oktober 2018 yang bisa diakses melalui link di bawah:

https://mncvision.id/network-magazine

Destinasi Halloween Terbaik Bagi Para Pecinta Horor

Mulai dari kisah menakutkan, menyeramkan hingga unik, tempat-tempat ini memiliki sejarahnya sendiri dengan tampilan visual yang tak kalah mengejutkan. Ada yang langsung membuat mata terbelalak, ada pula yang terlihat megah dari luar namun ternyata menyimpan kisah pilu atau adanya hantu yang konon masih menampakkan diri.

Pulau Boneka di Xochimilco Meksiko

pulau boneka, xochimilco meksikoDi setiap film horror atau hantu, sosok boneka kerap menjadi medium untuk mahluk halus mengisinya. Di pulau ini, ada banyak boneka yang bergelantungan di pohon yang konon dikumpulkan warga setempat untuk menenangkan arwah anak perempuan yang tewas tenggelam di sungai terdekat. Kebiasaan ini banyak ditiru oleh para turis dan membawa boneka setiap berkunjung ke sana. Alhasil hutan dipenuhi banyak sosok boneka yang dipercaya saling berbisik satu sama lain dalam sunyinya malam.

Kotakomba Paris

kotakomba parisDi balik gemerlap kota Paris yang sangat fashionable, terdapat pemakaman bawah tanah di sebelah selatan gerbang kota yang menyimpan enam juta jenazah. Di tempat ini, tembok-tembok batu dihiasi tengkorak hingga tulang belulang manusia dari masa lalu. Itulah sebabnya tidak banyak gedung tinggi berdiri di atas kota ini dikarenakan ada banyak struktur pemakaman bawah tanah yang telah ada sejak abad ke-18. Uniknya lagi, area-area pemakaman ini juga dibagi per bagian tulang dari manusia.

Hutan Aokigahara, Jepang

aokigahara, jepangTerletak di dekat Gunung Fuji, hutan ini terkenal di dunia sebagai salah satu tempat untuk mengakhiri hidup dan kerap diasosiasikan sebagai rumah para arwah penasaran menurut mitologi Jepang. Hutan ini pun menjadi salah satu inspirasi film Holywood tahun 2016, The Forest karena banyaknya kisah nyata yang terjadi. Menurut catatan, di tahun 2010 ada 200 orang yang mengakhiri hidup di sini dan di tahun berikutnya, dilarang untuk mempromosikan tempat agar angka kematian yang disengaja dapat dihindari.

 

Baca ulasan mengenai destinasi tempat-tempat menyeramkan lainnya di majalah Netwok! edisi Oktober 2018 yang bisa diakses melalui link di bawah:

https://mncvision.id/network-magazine

Mengenal Sosok Kreator Konten Milenial Elizabeth Rahajeng

Memulai karier di dunia model, Elizabeth Rahajeng mengembangkan sayapnya dengan menjadi seorang artis. Karakter gadis cantik yang berambut hitam dan memiliki kulit eksotis khas Indonesia ini memang sangat kuat. Dengan berbagai kemampuan dan bakat yang dimilikinya, tak heran jika kembaran dari Maria Rahajeng ini memiliki karier yang begitu gemilang.

Eliz, panggilan akrab Elizabeth oleh orang – orang tercinta di sekitarnya, mulai menulis blog di tahun 2012. Pada saat itu, Eliz dan Maria membuat sebuah blog bernama mariaandelizabeth.com. Blog tersebut tercetus ketika mereka sedang mengikuti program pertukaran pelajar di Jerman. Keduanya terpikir untuk membuat sebuah platform yang dapat membagikan kisah mereka selama berada di sekitar wilayah Eropa. Sejak saat itu, mereka berdua mulai rutin mem-posting berbagai tulisan tentang fashion dan gaya hidup untuk memberikan inspirasi kepada para pembaca dan pecinta mode di Indonesia.

Selain menjadi blogger, dunia fashion yang memang sudah tidak asing lagi bagi Eliz juga membawa dirinya untuk mencoba hal – hal baru lainnya. Dia pun terlibat sebagai penata gayapada beberapa acara besar, seperti Surabaya Fashion Parade dan Jakarta Fashion Week 2016. Gadis yang sangat outspoken ini juga mendapat kesempatan besar bersama saudara kembarnya untuk menjadi pembawa acara pada sebuah channel ternama, E! News Asia. Mereka berdua menjadi orang Indonesia pertama yang pernah ada dan menjadi koresponden dalam saluran televisi tersebut. Berkat kesempatan emas itu pula, Eliz bisa bertemu dan mewawancarai sejumlah ikon fashion internasional seperti, Diane Von Furstenberg, Thakoon dan Dion Lee, serta Paloma Faith dan sejumlah nama terkenal lainnya. “Ini merupakan sebuah mimpi yang menjadi nyata untuk dapat bekerja di brand bergengsi tersebut. Terutama karena pada waktu itu tidak ada orang Indonesia yang pernah bekerja untuk channel E! News,” ucap Eliz.