Inspirasi Gaya Busana Gal Gadot

Wanita cantik ini mencoba peruntungannya di dunia hiburan dengan mengikuti pemilihan Miss Israel 2004 di usia 18 tahun. Namun dunia semakin mengenalnya lewat film Wonder Woman di tahun 2017. Di bulan ini, ia juga mengisi suara untuk film animasi Ralph Breaks the Internet. Untuk urusan gaya, pemilik tubuh tinggi semampai ini kerap terlihat dalam gaya sensual dengan garis leher rendah hingga gaun pas badan dengan panjang midi.

Simak artikel selengkapnya dalam majalah Network! edisi November 2018 yang bisa diakses di sini.

 

Sinopsis Fantastic Beasts 2 The Crimes of Grindelwald

Para penggemar Harry Potter tentu tidak asing lagi dengan kumpulan cerita Fantastic Beasts. Film pertama Fantastic Beasts & Where to Find Them sukses di tahun 2016 dan kini sekuelnya, The Crimes of Grindelwald siap kembali menghibur.

Di film sebelumnya, diceritakan penyihir jahat Gellert Grindelwald (Johnny Depp) berhasil ditangkap oleh MACUSA (Magical
Congress of the United States of America) berkat bantuan Newt Scamander (Eddie Redmayne) dan teman-temannya. Sayangnya hal tersebut tidak berlangsung lama karena dalam sekuel kali ini, berselang beberapa bulan, Grindewald berhasil kabur ke beberapa tempat untuk mengumpulkan para pengikutnya yang bertujuan agar dunia sihir hanya dikuasai oleh para penyihir dari darah murni.

fantastic beasts 2

Film kedua Fantastic Beasts ini disutradarai oleh David Yates yang pernah menggarap film Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 (2011), The Legend of Tarzan (2016) dan Harry Potter and the Order of the Phoenix (2007). Pemeran sebelumnya pun juga kembali tampil seperti Tina Goldstein (Katherine Waterston), Jacob Kowalski (Dan Fogel) hingga Queenie (Alison Sudol). Para penggemar film juga akan disuguhkan dengan akting dari Jude Law sebagai Albus Dombledore muda hingga Zoe Kravitz yang memerankan Leta Lestrange.

fantastic beasts 2

Meskipun rilis filmnya berjarak dua tahun, namun beda halnya alur film yang hanya berjarak beberapa bulan. Masih berlatar di tahun 1927 setelah Newt sukses mempublikasikan buku pertamanya, ia kemudian diminta tolong Albus Dumbledore untuk meringkus aksi jahat Grindelwald. Di film ini, nama-nama yang familiar hanya disebut-sebut sebagai bagian sejarah juga tampil, seperti Nicholas Flamel, pencipta batu Philosopher’s Stone, Theseus Scamander yang merupakan kakak dari Newt Scamander hingga Leta Lestrange yang masih memiliki hubungan darah dengan Bellatrix Lestrange.

 

Simak pembahasan selengkapnya mengenai film Fantastic Beasts 2, The Crimes of Grindelwald di majalah Network! edisi November 2018 yang bisa diakses melalui:

https://mncvision.id/network-magazine

Jurnal Sang Fotografer

Media sosial Instagram masih menjadi favorit para pecinta travel untuk memamerkan karya fotografi amatir maupun profesional. Satu kesamaan yang dimiliki adalah mereka senang bepergian dan mengabadikan momen tak terlupakan.

Sebagai pecinta travel yang aktif di media sosial, memiliki ciri khas dalam foto, permainan gradasi warna, perspektif hingga cerita yang disampaikan pun harus bervariasi. Berikut para blogger travel Instagram yang wajib Anda ikuti sebagai referensi maupun inspirasi.

1. Chris Burkard – @chrisburkard

Spesialisasi dari fotografer travel ini adalah foto selancar, gaya hidup dan pemandangan. Dari segi tema warna, memang tidak konsisten, namun perspektif pengambilan gambar alamnya sangat membuat takjub, terlebih jika mengambil pemandangan jarak jauh dari atas atau secara horizontal. Selain memiliki hasrat di dunia fotografi, ia juga telah merilis beberapa judul buku dan menjadi pembicara di berbagai kelas.

2. Brooke Saward – @worldwanderlust

brooke saward
Meskipun baru berusia 24 tahun, pembuat konten asal Los Angeles, California ini sudah keliling dunia berbagi tips travel, gaya hidup, motivasi dan kisah-kisah inspiratif dan foto pemandangan yang membuat para pengikutnya semakin terhibur. Terlebih dengan tema warna cenderung romantis. Ia mengaku butuh waktu enam bulan di awal karirnya untuk membuat konten dan menjadikannya pekerjaan tetap.

3. Johan Lolos – @lebackpacker

johan lolos
Karya fotografi dari pria asal Belgia ini memiliki satu ciri khas, yakni ia kerap memotret pemandangan yang gradasi warnanya terbagi menjadi dua. Awalnya ia berkeliling Australia dengan tas punggung untuk memperbanyak karya fotografi, namun ia tak menyangka hobinya tersebut menjadi sebuah pekerjaan pilihannya. Bagi dirinya, memotret alam harus berani kotor dan keluar dari zona aman untuk hasil terbaik.

4. Caitlin Collins – @augustaleighphoto

caitlin collins
Caitlin Collins meninggalkan kampung halamannya Texas, Amerika Serikat untuk mempelajari fotografi di Berlin, Jerman. Di kota yang indah tersebut, ia tak henti-hentiya memotret setiap sudut kota, baik pemandangan, potret keluarga dan teman, bangunan hingga makanan. Untuk deretan foto di Instagram, ia memadukan foto makanan yang dijepret dari atas dengan foto pemandangan dan potret interaksi manusia yang seakan bercerita.

5. Jen Morilla – @thesocialgirltraveler

jen morilla
Setelah kehilangan saudara lelakinya yang begitu mendadak, Jen meninggalkan pekerjaannya sebagai Akuntan Eksekutif di New York dan memutuskan berkeliling dunia. Kini ia telah mengeksplorasi 31 negara sejak tahun 2015. Namun jika ditengok ke deretan fotonya, terasa akun yang lebih personal dengan banyak foto dirinya dalam berbagai momen selfie ataupun candid dengan warna-warna kontras yang cerah.

 

Simak pembahasan selengkapnya dalam majalah Network! edisi November 2018 yang bisa diakses di link:

https://mncvision.id/network-magazine

Wawancara Khusus Network! Bersama Richard Kyle

Melangkah pasti, Richard Kyle menjajaki industri hiburan di Indonesia dengan mantap dan perkembangan yang cukup pesat. Semua dengan positivitas dan perasaan bahagia yang menjadi mindset dari diri sendiri.

Bermula dari dunia modeling di Australia, Thailand dan ke Indonesia, karir pria yang akrab dipanggil Richo ini terus melesat ke pemandu acara travel, film hingga kini yang disibukkan dengan web-series dengan segala aktivitas promosi dan pengambilan gambar bersama sahabat sekaligus lawan mainnya, aktris Tara Basro. “Ada 13 episode dan sekarang masuk ke episode ke-empat,” ujarnya dalam wawancara khusus dengan Network!.

richard kyle

Sebelumnya, Richard telah membintangi sejumlah film seperti ‘Ini Kisah Tiga Dara’, ‘The Professionals’, ‘Jakarta Undercover’ hingga ‘Insya Allah Sah’. Kini di web-series yang dibintanginya, ia memerankan sosok Indra, pria kaya dari keluarga sosialita ternama. Bagi Richard yang terkenal ramah dan pecinta alam dan satwa, mendalami peran memerlukan pembelajaran dan riset dari kehidupan nyata. Ia pun mengamati bagaimana para sosialita Indonesia menjalani hidup, menghadiri pesta dan apa yang dibahas hingga hal sedetail cara menjabat tangan dan memulai pembicaraan bahkan pergi meninggalkan acara.

Richo mengaku tidak pernah mengikuti kelas akting secara khusus untuk menjadi aktor, hanya semasa kecil ia sempat mengikuti beberapa kelas teater dan drama kelas. Jurusan sekolah yang diambilnya pun lebih fokus kepada produksi film yang notabene di belakang layar. “Kalau tahu sekarang akan menekuni dunia akting, mungkin dulu di Melbourne University akan ambil jurusan akting,” ujar pria yang juga dikenal sebagai kekasih dari aktris Jessica Iskandar (Jedar) ini. Pendalaman akting kini ia justru dapatkan dari teman-teman yang memang sudah lebih dahulu terjun di industri hingga menjadikan pengalaman kerja sebagai guru terbaik.

richard kyle

Passion di dunia hiburan tidak membuat Richo mengkotakkan diri; memulai karir sebagai model sejak 16 tahun, jadi presenter atau aktor. Ia menganggap kesempatan bekerja secara total di berbagai lingkup memberikan pengalaman yang nyata. “Sama seperti akting, itu sudah ada di dalam diri, orang bisa melihat emosi dan perasaan yang nyata saat melakukannya ditunjang dengan proses mengembangkan diri untuk mendapatkan ‘feel’ yang tepat. Kekurangan pun masih terasa saat dirinya harus membawa acara dalam bahasa Indonesia karena terasa logat yang masih kaku, namun ia terus berusaha melancarkannya.

Semakin mantap berkarir di Indonesia, ia bersyukur bisa merasakan semua jenis pekerjaan yang diterima dan menjadikannya lebih matang untuk pekerjaan berikutnya di masa depan. “Ini adalah pengalaman yang mengubah hidupku.” Terlebih dengan industri hiburan Indonesia yang semakin berkembang. “Hiburan semakin banyak seiring kemajuan teknologi. Semua orang bisa menciptakan konten sendiri untuk menghibur orang lain. Untuk layar lebar juga terus berkembang, karena kita bisa lihat selalu ada film baru yang bermunculan dan mengangkat hal-hal baru. Kita masih berevolusi, harus tetap melakukan yang terbaik dan bangga dengan produksi negeri sendiri,” ujarnya antusias.

 

Baca lanjutan wawancara khusus Richard Kyle seputar kehidupan, karier, dan hobi travelling-nya di cover story majalah Network! edisi November 2018 yang bisa diakses di:

https://mncvision.id/network-magazine

Destinasi Liburan Terbaik Tahun 2019

Bosan dengan destinasi umum yang sudah banyak terekspos di media sosial? Kami mengajak Anda ke tempat yang lebih kaya budaya akan kisah dan pesona alam yang magis.

Di setiap edisi kami, selalu disajikan resensi travel ke berbagai penjuru. Khusus untuk edisi Travel kali ini, tidak ada yang lebih tepat untuk menampilkan rekomendasi destinasi di tahun 2019. Bagi para pecinta travelling, tentu bepergian ke destinasi mainstream sudah sering dilakukan. Itulah sebabnya untuk liputan kali ini, kami menyajikan destinasi yang tidak biasa dan terbilang masih jauh dari keramaian turis yang kerap mengganggu nikmatnya esensi liburan. Dirangkum dari para blogger travel hingga ahli travel ternama, berikut destinasi baru untuk Anda sepanjang 2019.

1. Belfast

Saat mengunjungi Irlandia, banyak turis memilih Dublin sebagai kota prioritas. Selain pemandangan arsitektur dan desain yang menawan, Dublin memang khas akan lansekap kotanya yang indah. Namun coba pergi lebih jauh ke utara menuju kota Belfast, dimana Anda bisa mengunjungi Museum Titanic, menikmati keindahan tepi laut Antrim, pulau terpencil Man yang terletak di antara Skotlandia dan Irlandia, hingga Giant Causeway yang konon menurut cerita warga setempat memang dibangun oleh para raksasa.

2. Abu Dhabi

syeikh zayed, abu dhabi

Kota ini pernah diangkat di film Hollywood populer, Sex and The City 2. Pada kenyataannya, meskipun disebut di Abu Dhabi, film ini justru mengambil gambar di Maroko.
Di Abu Dhabi sendiri, nuansa budaya Timur Tengah jauh lebih kental dan terasa terlempar ke masa lalu. Kunjungi padang pasir terpanjang di dunia, Rub al’Khali yang terletak dekat Semenanjung Arab sambil menunggangi unta dan menikmati keindahan matahari terbenam yang dramatis. Tak terlupakan mengunjungi masjid agung Syeikh Zayed yang bertabur kristal.

3. Danau Finger

danau finger
Pemandangan alam yang syahdu dan menenangkan jiwa ini ternyata masih berada dalam wilayah kota New York. Namanya unik karena danau-danau di area ini jika dilihat dari satelit luar angkasa mirip jari-jemari yang memanjang. Selain keindahan alam, area ini juga terkenal akan koleksi minuman anggur yang bervariasi. Warga lokal pun memiliki festival Grassroots untuk menikmati makanan dan minuman tradisional di tepi danau. Bagi yang menyukai kemewahan bisa mampir ke Inns of Aurora, empat tipe villa yang dekornya sangat Amerika klasik dan prestisius.

4. Latvia

latvia
Republik Latvia berada di kawasan baltik, Eropa Utara dan berpusat di ibukotanya di Riga. Secara arsitektural, banyak bangunan masih bergaya Art Nouveau kuno namun keindahan alamnya sangat luas untuk dieksplorasi, mulai dari taman nasional Gauja, pantai Jurmala, kota tua Kuldiga, hingga istana dan museum Rundala yang mirip Versailles Prancis.

 

Baca rekomendasi destinasi liburan lainnya yang tidak kalah unik di majalah Network! edisi November 2018 yang bisa diakses di:

https://mncvision.id/network-magazine

Tips Membawa Peralatan Perawatan & Kecantikan Wajah Saat Bepergian

Salah satu ritual yang sering terlupakan saat bepergian adalah merawat kesehatan kulit wajah dan tubuh. Alhasil banyak yang terlihat lelah dan kusam karena terlalu fokus menikmati momen liburan.

Ada beberapa cara mudah yang harus dilakukan untuk menjaga kulit tetap sehat dan segar, yakni membawa peralatan sendiri yang tidak merepotkan tanpa harus membeli produk baru di destinasi tujuan.

1. Menyiapkan yang Akan Dibawa
Siapkan beauty pouch atas tas kecil khusus untuk produk-produk perawatan maupun kosmetik yang akan dibawa. Banyak blogger kecantikan menyarankan untuk memilih tas yang bagian dalamnya dilapisi plastik agar saat produk tumpah mudah dibersihkan. Sedangkan untuk kompartemen, pilih yang memiliki banyak pemisah sehingga memudahkan untuk mencari produk.

2. Memilih Ukuran
Jika ingin membawa produk yang sifatnya cair, ukuran kemasan tidak boleh melebihi 100ml dan harus dikemas dalam plastik dengan segel seperti Ziploc. Pilihlah kemasan yang bisa diisi ulang dan pindahkan sampo, kondisioner hingga pelembab kulit ke dalamnya sehingga tidak perlu membawa kemasan besar yang merepotkan.

3. Pelembap
Pelembap banyak jenisnya, untuk kulit tubuh, tangan dan kaki, wajah, bibir hingga area mata. Khusus untuk area mata dan wajah, banyak produk dengan kemasan mini yang bisa diaplikasikan saat di kabin pesawat. Gunakan sebelum tidur untuk menghindari kulit dehidrasi karena dinginnya temperatur AC atau keringnya udara panas.

4. Tisu Pembersih
Bagi yang suka membersihkan wajah dengan sabun muka, gunakan saja tisu pembersih untuk wajah karena selain lebih praktis, juga menghemat tempat. Khusus untuk tubuh, terkadang mandi tidak memungkinkan, jadi gunakan tisu pembersih untuk menyeka area tubuh dengan lipatan, seperti ketiak, leher, hingga selangka paha.

 

Simak tips-tips lainnya untuk tetap cantik meski saat bepergian di majalah Network! edisi November yang bisa diakses melalui link di bawah:

https://mncvision.id/network-magazine

Gadget untuk Menunjang Perjalanan Liburan

Sesuai dengan tema The Travelling Isue, Network! bulan November 2018 membahas tentang gadget yang dapat menunjang perjalanan liburan untuk mengisi rubrik teknologi. Seperti pilihan gadget di bawah ini:

One Step Ahead

OneStep+ merupakan kamera Polaroid instan terbaru yang merupakan evolusi dari kamera sebelumnya, OneStep 2. Kamera ini terhubung dengan teknologi nirkabel Bluetooth dan menggunakan enam perangkat kreatif. Pengguna bisa bermain efek foto seperti double exposure, efek lukisan, hingga mode manual dengan kualitas gambar yang tajam. Alat seharga sekitar 160 euro ini dilengkapi juga dengan baterai yang tahan lama dan flash yang sangat kuat. Selama kamera diisi oleh kertas film, hasil foto yang sudah diedit di smartphone bisa langsung dicetak.

Coolness Everywhere

zero breeze

Panasnya udara membuat banyak orang ingin memiliki pendingin ruang yang bisa dibawa kemanapun mereka pergi. Inovasi terbaru yang terbilang unik bernama Zero Breeze, pendingin udara pertama di dunia yang bisa dibawa kemana-mana yang multi fungsi sebagai pengeras suara Bluetooth, pengisi ulang daya smartphone hingga lampu malam. Alat ini mampu mendinginkan ruangan 4,6 meter persegi menjadi temperatur 6,6 celsius. Cocok dibawa untuk berkemah, kamar kos, ruang kantor kecil hingga kamar di rumah. Untuk penggunaan, baterai dari alat seharga sekitar USD 899 ini mengandung 54 bagian dari komposisi 18650 lithium, yakni sekitar lima jam.

 

Ketahui gadget-gadget lainnya yang bisa menunjang perjalanan liburan Anda dengan membaca rubrik Net! Techno yang hadir setiap bulannya di majalah Network!. Akses di:

https://mncvision.id/network-magazine

Sarah Azka; Suka Duka Menjadi Kreator Konten

Nama Sarah Azka yang begitu familiar di industri fashion Indonesia sebagai model kini juga dikenal sebagai salah satu konten kreator travel. Sang pengantin baru yang kini berdomisili di Australia bersama suaminya yang juga hobi travelling pun berbagi cerita dalam wawancara khusus Network!.

Network! (N): Sarah boleh ceritakan bagaimana dulu dari model sampai jadi travel KOL (Key Opinion Leaders) sampai sekarang?

Sarah Azka (SA): Sebenarnya lebih enak kalau disebutnya kreator konten, ya? Awal mulanya empat tahun lalu, aku bergabung dengan program travel sebuah televisi swasta sebagai pemandu acara dan mungkin karena selalu bepergian, jadwal fashion show mulai bentrok. Semakin ke sini lebih merasa ‘enjoy’ di dunia travelling dan lebih mementingkan jadwal acara travel tersebut. Karena sering bepergian, maka konten yang diunggah lebih banyak foto travel dan bahkan sekarang sudah mulai bikin vlog (video blog).

N: Lebih passion di travelling atau industri hiburan?

SA: Sebenarnya dua-duanya sih, bahkan sekarang lagi kangen-kangennya jalan di catwalk. Kalau ada yang menawarkan jalan lagi sebagai model pasti tidak menolak. Tapi kalau memang harus memilih, tentu lebih ke travelling.

N: Dalam sebulan apakah sudah dijadwalkan pergi ke beberapa tempat?

SA: Sebenarnya justru kalau lagi diam di rumah dan jadwal kosong, langsung bertanya-tanya, ‘mau kemana nih?’. Jadi sebisa mungkin ditargetkan setiap bulan pergi travelling kemana pun yang tidak harus jauh untuk naik gunung atau berkemah.

N: Suka-duka jadi kreator konten travel?

SA: Sukanya, aku merasa ini passion-ku jadi seperti tidak kerja meski sedang bekerja. Enjoy banget terlebih saat dapat kampanye jadi banyak jalan. Orang melihat ‘enak ya jalan-jalan gratis terus’, padahal di balik foto bagus itu ada perjuangan menuju tempat yang berbahaya, misalnya di kanan-kirinya ada jurang, harus menanjak berjam-jam dan banyak hal lain. Tempat yang bagus itu ada yang susah dan ada yang mudah mencapainya. Ada momen dimana di satu tempat, makanannya tidak cocok dengan lidah kita. Tapi kembali lagi semua dikembalikan pada diri sendiri untuk bisa menikmati momen dan mendapatkan pengalaman baru.

 

Untuk tahu lanjutan wawancara Network! dengan salah seorang influencer ini, dapatkan majalah Network! edisi November yang bisa diakses di:

https://mncvision.id/network-magazine

Sekilas Mengenai Film Ralph Breaks the Internet

Tak terasa, sudah enam tahun berlalu sejak film Wreck-It Ralph dari Studio Animasi Disney diluncurkan. Sekuelnya akan kembali menghibur Anda maupun keluarga dengan judul Ralph Breaks the Internet.

Dengan pengisi suara aktor-aktor ternama seperti John C. Reilly, Sarah Silverman, Jane Lynch, Taraji P. Henson hingga Gal Gadot, film animasi 3-D ini juga akan menampilkan banyak tokoh animasi maupun superhero dari berbagai studio.

Cerita terpusat pada akses internet yang mulai memasuki area permainan milik Mr. Litwak karena ada salah satu komponen permainan Sugar Rush yang rusak. Dari situ Ralph dan teman baiknya, Vanellope von Schweetz masuk ke dunia baru di mana mereka bertemu para karakter terkenal di internet, seperti para putri Disney, Muppets, Star Wars, Marvel Comics, Disney Animation, Eeyore dari Winnie The Pooh, Sonic the Hedgehog hingga Pixar.

Sekuel ini sebenarnya sudah direncanakan tayang di bulan Maret lalu, namun karena Disney akan meluncurkan A Wrinkle in Time di bulan April, maka terpaksa diundur ke bulan November agar animo audiens terjaga. Awalnya, film ini diberi judul Ralph Breaks the Internet: Wreck-It Ralph 2, namun karena dianggap terlalu panjang dan tidak mudah diingat, maka dipendekkan menjadi Ralph Breaks the Internet.

 

Simak pembahasan Ralph Breaks the Internet dan film-film lainnya di majalah Network yang bisa diakses melalui:

https://mncvision.id/network-magazine

Perjalanan Febrian Menjadi Seorang Travel Blogger

Sebuah kepuasan tersendiri jika seseorang mampu memiliki pekerjaan yang disenangi dan mendapatkan penghasilan. Begitulah yang dirasakan lelaki yang merasa beruntung telah menemukan hasrat dan jalan hidupnya sebagai travel blogger, Febrian.

Saat ini profesi Key Opinion Leaders (KOL) atau influencer begitu banyak digeluti dan lelaki yang sempat berkarir sebagai penyanyi pernikahan ini pun membutuhkan jalan yang tak mudah untuk mencapai titik seperti sekarang ini.

Ia sempat mengikuti ajang pencarian bakat, memenangkan penghargaan sebagai penyanyi solo terbaik hingga mengeluarkan album sendiri di tahun 2010. Namun keputusannya meninggalkan profesi di dunia tarik suara dan terjun sepenuhnya menekuni passion sebagai travel blogger dijalani berkat saran seorang teman. “Kalau mau berhasil dalam suatu hal harus 100% menjalani, jangan setengah-setengah,” ujarnya.

Dulu, saat menjadi penyanyi ia sudah menyenangi aktivitas bepergian namun sifatnya rekreasional, bukan profesional. Menjadi seorang travel blogger harus pandai membagi waktu untuk membuat konten di berbagai media, seperti menulis di blog ceritafebrian.com, mengisi foto di akun Instagram @_febrian, bercuap di Twitter hingga membuat video. Semua ia lakukan sendiri tanpa bantuan asisten. Iapun memiliki pekerjaan tetap menjadi host untuk program dokumenter Jurnal Indonesia Kaya yang setiap bulannya membawa dirinya mengunjungi tiga hingga empat lokasi.

Sebelum semua berjalan lancar, ia harus melewati masa-masa sulit terlebih dahulu, misalnya mengeluarkan modal sendiri untuk membuat konten. “Penghasilan saya disisihkan 70% untuk tabungan yang kemudian dipakai untuk travelling, 20% untuk biaya hidup sehari-hari dan 10% untuk spiritual dan amal.” Ia mengaku saat bertekad pindah profesi dari penyanyi menjadi travel blogger, ia harus nomaden menetap di berbagai daerah seperti Yogyakarta, Malang hingga Kalimantan dan semua menggunakan tabungan yang sudah disiapkan.

 

Baca lanjutan kisah seorang travel blogger ini dan profil orang-orang yang menginspirasi lainnya dalam majalah Network! yang bisa diakses di:

https://mncvision.id/network-magazine