Gaya Berbusana Chris Hemsworth

Dunia semakin mengenalnya setelah memerankan sosok dewa petir Thor dalam film-film Marvel. Lahir di Melbourne, Australia pada tanggal 11 Agustus 1983, Chris berhasil menaklukkan Hollywood dan membintangi banyak film-film Box Office. Semua berawal di tahun 2002 saat dia mulai terlibat dalam sinetron lokal di Australia. Suami dari aktris Spanyol Elsa Pataky ini selalu tampil necis di karpet merah dengan setelan jas pas badan dan kemeja putih yang elegan. Di kala senggang, dia tetap tampil maskulin dengan celana denim dan sepatu boots yang sesekali ditumpuk dengan jaket dan t-shirt polos. Di bulan ini, film terbarunya, Men In Black: International pun tayang. Memiliki tiga anak, Chris juga dikenal aktif dalam aktivitas sosial tergabung dalam Australian Children Foundation.

Inspirasi Gaya Sophie Turner

Aktris Inggris kelahiran 21 Februari 1996 ini memulai debutnya di dunia entertainment sebagai Sansa Stark di serial TV Game of Thrones sejak 2011. Dia juga merambah dunia film dengan terpilih menjadi sosok Jean Grey/Phoenix yang filmnya akan tayang bulan ini, Dark Phoenix. Tunangan dari musisi Joe Jonas ini kerap menampilkan gaya Hollywood klasik seperti gaun sensual dengan tatanan rambut dan riasan yang khas. Sedangkan untuk keseharian, dia terbilang sangat cuek dengan kaos rocker, jeans ketat dan sepatu boots khas penyanyi rock. Sempat menderita depresi akut karena sering dikritik akan kualitas aktingnya, dia sempat menghilang dari industri perfilman sejak bulan April lalu.

Dewi Sandra, Proses Hijrah yang Tiada Henti

Bagi seorang Dewi Sandra, segala hal di dunia ini bisa menjadi alat komunikasi Sang Pencipta kepada umat-Nya. Semuanya merupakan inspirasi yang menuntun Dewi untuk meraih segala yang terbaik dalam kehidupan, di dunia maupun di akhirat.

Indonesia mengenal Dewi Sandra sebagai seorang artis yang berbakat, entah itu dalam seni peran, seni suara, hingga mempresentasikan sebuah acara. Jika mengikuti perkembangan karier wanita ini sejak awal, Anda pasti setuju jika penampilan Dewi saat ini bisa dibilang sangat berbeda dengan dirinya pada masa lalu.

Dewi Sandra mungkin adalah seseorang yang akan membantah jika Anda mengatakan dia “sudah” berhijrah, karena dirinya belum selesai melakukan hijrah. Manusia pada hakikatnya harus terus tumbuh dan belajar untuk membuat diri menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itulah bagi Dewi hijrah merupakan sebuah proses yang tiada henti. Namun, proses mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa ini merupakan sesuatu yang Dewi nikmati.

Salah satu wujud nyata yang paling menginspirasi Dewi Sandra dalam hidupnya adalah ketika dia bermain dalam film 99 Cahaya di Langit Eropa, seperti ketika dia menemukan sebuah lukisan Bunda Maria di Museum Louvre, Paris yang di bawahnya terdapat tulisan Arab kecil yang menyebut nama Allah. Selain itu, perjalanannya ke Spanyol belum lama ini juga memberikan beberapa wawasan baru soal sejarah islam yang membuat Dewi tergerak untuk melihat sesuatu dari kacamata yang lebih luas lagi.

Kehadiran suami yang juga sangat menyukai kesederhanaan seperti halnya Dewi Sandra juga merupakan apa yang Dewi syukuri. Misalnya saja dengan kurma atau buah-buahan yang lebih mereka pilih sebagai menu sahur di bulan Ramadan. Menu buka puasa pun juga seadanya saja. Dewi yang sebenarnya lebih suka memasak makanan ala Barat yang simpel dan suaminya yang lebih menyukai cita rasa masakan Indonesia seperti Sayur Asem dan Jengkol pun berhasil menyelaraskan selera dan harmonis sebagai pasangan.

Kegiatan pengisi waktu senggang versi Dewi Sandra kini adalah membaca, terutama membaca Al-Quran yang selalu berhasil memberikannya rasa takjub dan ketenangan. Semua yang membentuk dirinya kini, ungkap Dewi, tentu tidak bisa dilepaskan dari karier di dunia entertainment yang telah memberikan banyak pelajaran hidup dengan praktek langsung–terlepas dari buku pelajaran.

Simak Cover Story edisi bulan Mei kami selengkapnya di E-Magazine yang bisa Anda unduh di sini.

Kecintaan Akan Musik

Bisa bernyanyi, memainkan beragam alat musik, menciptakan lagu, hingga melatih vokal adalah bukti kecintaan pria satu ini pada musik. Dirinya bahkan sudah berkecimpung di dunia yang penuh dengan lantunan nada sejak dirinya bisa mengingat.

Indra Aziz pertama kali jatuh cinta pada musik saat kecil. Mendiang ibunya yang suka bernyanyi dalam beragam kesempatan dan ayahnya yang kerap kali membelikan instrumen musik untuk dia mainkanlah yang kurang lebih berperan di sini. Tapi, meskipun sempat berkutat dengan drum, gitar, kibor, hingga basis, vokal lah yang paling dia sukai dan menjadi keahliannya. “Alat” musik ini menurutnya adalah yang paling erat dengan story telling sehingga dia merasa lebih bisa berekspresi dengan suara dibanding alat musik yang lain.

Meskipun demikian, Indra Aziz juga mengaku akrab dengan alat musik saksofon yang dia mainkan sejak tahun 1998. Dalam ceritanya pada majalah Network!, alat musik ini membuatnya mendapatkan wawasan musik yang lebih luas dan relasi yang lebih besar. Selain itu, alat musik ini juga mirip dengan suara yaitu sama-sama menggunakan napas.

Berbicara tentang Indra Aziz tidak bisa lepas dari kegemarannya akan musik Jazz. Meskipun awalnya mengaku pusing dan tidak suka dengan genre musik ini, Indra Aziz sudah berbalik jatuh cinta berkat cool jazz yang diperkenalkan oleh temannya. Bagi Indra, Jazz memiliki begitu banyak aspek yang bisa didalami dan membuat moodnya lebih baik setiap kali mendengarkannya. Jazz juga bisa menjadi “playground” yang sangat baik bagi para musisi karena membangun kolaborasi yang kuat.

Albumnya yang akhir tahun lalu debut juga berisikan lagu jazz yang Indra Aziz nyanyikan dan ciptakan sendiri dengan hati. Ketika ditanya mengapa tidak mengawali kariernya dengan terjun langsung ke dunia tarik suara, Indra Aziz mengatakan kalau sejak awal dia memang suka melatih vokal. Layaknya sutradara dengan pemain film, profesi di balik layar seperti vocal coach dan penyanyi di panggung atau rekaman pun tidak bisa disamakan.

Keasyikannya melatih vokal terlihat dari kepiawaiannya dalam mengedukasi murid-murid yang sudah akrab dengan masyarakat seperti Rossa, Afghan, para finalis Indonesian Idol, dan masih banyak lagi. Caranya membantu mereka yang berlatih bersamanya dalam “mengakali” kelemahan bernyanyi masing-masing adalah dengan fokus pada kelebihan hingga mereka terbiasa dan termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi.

Sementara untuk menciptakan lagu bagus, Indra mengatakan bahwa modal utama terletak pada konsep cerita. Semua yang ingin diceritakan dari lagu itulah yang kemudian bisa dikembangkan menjadi suatu karya musik yang memiliki koneksi dengan pendengarnya. Khusus untuk albumnya, makna “jangan takut salah atau takut mencoba” pun dia sampaikan.

Hal terkeren yang patut menjadi inspirasi dari Indra Aziz adalah fakta bahwa meskipun berkecimpung di dunia musik, dirinya juga ahli dalam bidang lain seperti programming (membuat game dan aplikasi), seni peran (beberapa kali menjadi pemeran dalam acara televisi), hingga menulis. Pemusik yang mengaku memfavoritkan Indra Lesmana ini mengungkapkan bahwa dirinya sudah menyiapkan naskah buku belajar vokal yang dia harap akan rilis tahun ini bersama dengan materi audionya juga.

Simak ulasan profil-profil menarik lainnya dalam Network! E-Magazine yang bisa Anda unduh di sini.

Miller Khan, Perjalanan Karier yang Menyenangkan

Peruntungan Miller Khan di dunia seni peran dimulai pada tahun 2006. Kedatangannya di Indonesia untuk memenuhi tawaran casting menjadi bintang iklan mie instan pada tahun itu adalah awal dari keberhasilan yang kemudian juga turut menghantarkan Miller pada tawaran-tawaran lain di dunia entertainment yang telah membesarkan namanya seperti sekarang.

Pada saat Miller menghadiri acara peluncuran iklan mie instannya itu, dia bertemu dengan Melly Goeslaw yang sedang mencari talent baru untuk film BBB (Bukan Bintang Biasa). Di sinilah perjalanan karier seni peran Miller di Indonesia dimulai, nama Miller Khan mulai dikenal setelah dia memainkan film ini dan film Cintapuccino yang bergenre romansa pada tahun yang sama (2007). Setelah itu, Miller juga kerap membintangi beberapa film dan sinetron Indonesia seperti Cinta dan Anugerah dan Kau yang Berasal dari Bintang.

Belakangan ini, Miller sedang sibuk mempromosikan film terbarunya di Indonesia yang bertajuk Foxtrot Six dan juga film Hide & Seek Minako yang baru tayang di Malaysia. Foxtrot Six merupakan sebuah film aksi yang bercerita tentang sekelompok orang yang berjuang menyelamatkan kondisi Indonesia di masa mendatang yang terancam. Di sini, akting Miller akan bersanding dengan Julie Estelle, Rio Dewanto, Arifin Putra, Chicko Jerikho dan sederet bintang film Indonesia lainnya. Sementara itu, Hide & Seek Minako (Petak Umpet Minako) merupakan film bergenre horor lokal yang sebenarnya sudah diproduksi sejak dua tahun lalu dan baru merambah ke negara tetangga yang merupakan kampung halaman Miller sendiri tahun ini. Selain sibuk mempromosikan filmnya, Miller juga mengungkapkan bahwa dia sedang sibuk untuk persiapan syuting film berikutnya yang judulnya masih dirahasiakan.

Simak pembahasan mengenai pengalaman seru Miller ketika remaja hingga perasaan Miller pada kampung halamannya, Malaysia, selama dia berkarier di Indonesia yang diceritakan Miller sendiri pada majalah Network! hanya di edisi April kami yang bisa Anda akses di sini.

Murni Ridha dan Kesenangannya Berpetualang

Salah satu kunci menciptakan suasana perjalanan terasa lebih menyenangkan, mengutip dari Murni Ridha, adalah berpikiran terbuka. “Kalau berpikiran terbuka, semua jadi terlihat relatif dan bisa dipahami. Kalau bisa dipahami, kita jadi lebih santai dan banyak hal akan terasa menyenangkan.”

Seorang perempuan kelahiran kota Bandung yang begitu cinta berpetualang, Murni Ridha, atau yang akrab dipanggil Mumun ini dengan senang hati menunjukkan pada dunia akan kesenangannya mengeksplorasi berbagai tempat melalui tulisan-tulisannya.

Dari hobi menjelajah tempat-tempat baru dan ketertarikan untuk meramaikan dunia menulis blog bertema wisata di Indonesia, wanita yang juga gemar membaca ini menceburkan diri ke dalam tulisan jalan-jalan. Dia dan teman-temannya tergagas untuk membuat blog Indohoy.com karena melihat situs wisata di Indonesia yang pada saat itu masih sangat terbatas. Blog yang pada awalnya diurus oleh tujuh orang itu pun terus eksis dan kini menjadi salah satu jendela keindahan berbagai tempat wisata, walau akhirnya hanya tersisa dua orang penulis tetap yang tidak lain dan tidak bukan termasuk Murni Ridha sendiri.

Bertahun-tahun konsisten menggeluti dunia menulis tentu bukan tanpa alasan. Ketika ditanya pengalaman paling seru selama melakukan perjalanan, Murni Ridha menolak untuk menjawabnya lantaran setiap pengalaman yang dia dapat di perjalanan menurutnya adalah seru, bahkan hal yang dianggap membosankan sekalipun. Dia mengungkapkan bahwa berkeliling ke banyak tempat selalu berhasil mengajarkannya banyak hal yang berguna dalam hidup, seperti bagaimana caranya berurusan dengan berbagai macam karakter orang.

Kasus yang belum lama dialaminya ketika berurusan dengan orang luar karena perbedaan budaya dan bahasa adalah ketika dia berkunjung ke Maroko; dia dan temannya sempat miskomunikasi dengan petugas tiket bus dan di situlah dia belajar bagaimana seorang pendatang harus menyimak kebiasaan masyarakat lokal.

Wanita lulusan ITB ini juga mengungkapkan bahwa menjadi penulis travel tidaklah seglamor kelihatannya. Harus ada “kerja lebih” ketika orang-orang lain fokus pada liburannya. Walaupun begitu, profesi yang merupakan pekerjaan sampingannya ini adalah sesuatu yang tidak akan dilepaskannya.

Sementara itu, terlepas dari hasil karyanya, Murni Ridha tetap tidak ingin mengatakan dirinya seorang penulis. Dia hanya senang berbagi berbagai pengalamannya yang kebetulan menggunakan media tulisan. Adalah sebuah tantangan lebih untuk menjadikan penulis travel sebagai pekerjaan utama, tapi hal ini sudah mulai dirintis dan dia berharap semesta mempercayakan hal itu padanya.

Tities Sapoetra dan Mimpinya yang Terwujud

Bagi Tities, salah satu kesenangan dalam hidup adalah perjalanan meraih mimpi. Hal itu terlihat dari rasa syukur Tities terhadap pencapaiannya sendiri ketika mengenang perjalanannya, juga kebahagiaan yang terpancar karena melakukan apa yang memang disukainya.

Tities Sapoetra sejak kecil sudah menyukai hiruk pikuk dunia hiburan dan bercita-cita menjadi bintang. Tidak heran jika Tities sudah menjadi model sejak dia berumur 5 tahun. Dari minatnya tersebut, tidak salah pula jika Tities mengerahkan segala yang dia bisa untuk mengarahkan kakinya pada jalan hidup itu, yaitu dengan mengikuti berbagai macam casting, pemilihan cover boy majalah, dan sebagainya.

Menjadi seorang entertainer bagaimanapun merupakan bagian dari hidup Tities yang tidak bisa dipisahkan dari dirinya meskipun sekarang dia sudah banting setir dari dunia entertainment ke dunia fashion. Faktanya, menjadi seorang desainer juga merupakan cita-cita Tities sejak dulu.

Minat Tities terhadap dunia fashion ini menurun dari ibunya sendiri yang memang merupakan seorang perancang baju pengantin. Tidak hanya minat, bakatnya pun ternyata menurun. Kini, Tities telah memiliki tiga label busana yang kesemuanya merupakan karya sendiri. Tities juga menunjukkan prestasinya pada dunia dengan terpilihnya dia oleh Nickelodeon untuk menjadi desainer pertama yang merancang fashion Spongebob Gold untuk runway di Asia yang pertama kalinya.

Saat ini perhatian Tities telah sepenuhnya tercurah pada kariernya sebagai seorang desainer. Ketika ada permintaan untuk syuting atau penawaran lainnya, Tities pun sudah sangat selektif dengan hanya menerima yang berhubungan dengan dunia mode. Jika disuruh memilih, kariernya di dunia mode ini memang yang paling membuatnya nyaman karena Tities mengaku bisa mendapatkan waktu lebih untuk keluarga dan me time.

Meskipun demikian, Tities tetap mencintai kedua jenis profesi yang sempat dan sedang digelutinya ini, terutama karena di situ dia bisa bertemu dengan banyak orang yang membantunya memahami macam-macam karakter, dan dari situ pula karakter Tities yang menyenangkan tersalurkan.

Tities mengungkapkan jika menciptakan suasana yang menyenangkan bisa dilakukan dengan berkumpul dengan teman-teman, hal itu menurutnya adalah hiburan di tengah kepenatan yang bisa menjaga moodnya untuk tetap baik.

Kreativitas Kreator Konten di Zaman Digital

Saat ini, “panggung” begitu mudah didapat bagi mereka yang mempunyai kreativitas tinggi dan kemauan. Berbagai media sosial seperti Instagram dan Youtube pun kebanjiran para kreator konten yang senantiasa membagikan ide atau beberapa dari keseharian mereka yang ajaibnya selalu berhasil menarik minat netizen yang penasaran.

Atta Hallilintar

Pria satu ini menduduki peringkat pertama untuk Youtuber dengan subscribers terbanyak. Bahkan, fakta ini telah membuatnya mendapatkan julukan “King of Youtube”. Lalu, siapa sangka jika peruntungannya ini diawali hanya dari sebatas hobi? Atta mengaku jika saluran Youtube pertamanya hanya diisi oleh konten-konten bola yang dia edit sendiri. Konsistensi Atta mengunggah video tentang kegiatan dirinya setiap hari dan kreasi kontennya yang menarik telah berhasil menghantarkan namanya naik. Apalagi dengan gayanya yang unik dan selalu terlihat percaya diri di hadapan publik. Selain sebagai Youtuber, Atta Halilintar juga dikenal sebagai pengusaha muda kreatif yang menginspirasi.

Ria Ricis

Belakangan ini, nama Ria Ricis begitu melambung dengan fakta bahwa dia merupakan Youtuber Indonesia dengan jumlah subscribers peringkat kedua terbanyak. Prestasi ini tentu tidak lepas dari kreativitas konten-konten video yang dibuatnya. Konten-konten Ria Ricis yang berkutat dengan kehidupan sehari-hari justru berhasil menggaet para penikmat Youtube. Salah satu kekuatannya mungkin terletak pada image Youtuber muslimah yang cerewet, lucu, dan periang.

Penasaran dengan kreator konten kreatif zaman now lainnya? Dari Ria SW, Eka Gustiwana, Patricia Gouw, hingga Tahi Lalats. Simak di majalah Network! edisi April yang bisa Anda akses di sini.

Kasual dan Trendi Ala Chris Evans

Aktingnya di film terbaru Avengers: End Game sebagai Captain America sangat dinantikan penikmat film pahlawan super, karena dikabarkan film ini adalah film terakhirnya untuk Marvel. Pria kelahiran 13 Juni 1981 ini memiliki selera gaya simpel dengan celana pantalon dan kaos lengan panjang. Sesekali dia menumpuknya dengan jaket kasual atau untuk acara karpet merah, dia tidak sungkan mengenakan setelan jas elegan kancing satu dan dasi kupu-kupu. Proporsi tubuhnya yang atletis membuatnya jarang terlihat memakai busana yang flamboyan dan cenderung polos tanpa banyak aksesori. Aksesori yang maksimal dia pilih adalah kacamata gaya aviator.

Gaya Berbusana Memukau Elle Fanning

Aktris berambut pirang kelahiran tahun 1998 ini akan menghibur penikmat sinema dengan filmnya Teen Spirit bulan April ini yang bercerita tentang impian seorang gadis untuk jadi terkenal lewat kompetisi bakat. Kesibukannya saat ini sedang melakukan pengambilan gambar untuk film Maleficent 2 dan All the Bright Places. Mengikuti jejak sukses kakaknya yang lebih dahulu terkenal di Hollywood, Dakota Fanning, Elle kini justru semakin laris dengan banyaknya film-film bergenre remaja. Untuk gaya berbusana, Elle tampil eklektik yang berarti suka memadukan berbagai referensi gaya. Mulai dari bohemian, maskulin, kasual ala anak pantai hingga quirky seperti seorang kutu buku.