Big Little Lies S2

HBO | MNC Vision channel 7, MNC Play channel 7

Setiap Senin @ 21.00 WIB

Serial televisi asal Amerika ini diangkat dari sebuah novel berjudul sama karya Liane Moriarty. Sebelum musim keduanya ini, musim pertamanya yang mendulang sukses pertama kali muncul di HBO pada tahun 2017. Bercerita tentang tiga wanita yang memiliki permasalahan pada emosinya hingga terlibat pada kasus pembunuhan yang tidak terduga.

The Guest

Thrill | MNC Vision channel 19, MNC Play channel 19

Senin, 1 Juli @ 20.00 WIB

Aktor Leon Lai memerankan seorang manajer yang sedang naik daun. Ketika dia berusaha melamar kekasihnya, hidupnya berubah drastis dengan segudang mimpi buruk sejak dia mabuk dan menaiki taksi yang tidak jelas. Tidak hanya kecemburuan, nasib buruk meliputinya dengan rentetan kasus pembunuhan misterius yang mau tidak mau menyeret namanya.

Tiket Spesial untuk Pelanggan

MNC Vision selalu berkomitmen untuk memberikan yang terbaik pada para pelanggannya, termasuk dengan memberikan hadiah tiket spesial menonton ‘Prof Brian Cox World Tour 2019’ di Singapura.

Prof Brian Cox adalah seorang profesor ternama di bidang Particle Physics yang mempresentasikan berbagai program ilmiah di channel BBC dan menulis sejumlah buku ilmiah populer.

Bulan Juni kemarin, Prof Brian Cox pun menggelar “konser” untuk praktek ilmiahnya. Konser ini diselenggarakan di beberapa negara seperti Asutralia, Kanada, Hongkong, New Zealand, Amerika, Singapura, bahkan Eropa. Untuk konsernya di Singapura, MNC Vision bersama BBC Earth (Channel 200 di MNC Vision) pun memberikan kesempatan untuk audiens Indonesia yang beruntung menyaksikannya secara langsung berkat mengikuti kuis bertajuk “Prof Brian Cox World Tour Contest” yang digelar di situs MNC Vision pada periode 23 April sampai 15 Mei 2019.

Pelanggan MNC Vision yang beruntung itu adalah Riswan Sanjaya. Riswan Sanjaya memenangkan tiket pesawat pulang pergi untuk dua orang, tiket menonton konser untuk 2 orang, serta akomodasi terbaik yang sudah disediakan oleh MNC Vision di Singapura.

“Awalnya cukup kaget dan tidak percaya bahwa saya memenangkan kuis ini. Hadiah yang diberikan pun ternyata real dan sesuai dengan apa yang tertulis di website. Semua proses dari awal dihubungi oleh MNC Vision dan sampai saya berangkat ke Singapura semuanya amat mudah dan tidak dipersulit sama sekali.” kata Bapak Riswan.

Dear Lemon Lima

CinemaWorld | MNC Play ch 410 HD

Perdana Minggu, 30 Juni, @ 20.00 WIB

Saksikan kisah seru Vanessa yang bergabung dengan teman-temannya yang kurang pergaulan untuk bersaing dalam kompetisi musim dingin terkenal di sekolah mereka demi mengesankan orang yang ia sukai.

The Catcher Was A Spy

CINEMAX | MNCVision ch 8 MNCPlay ch 405

Jumat, 28 Juni @ 21.00 WIB

Sebagai film biografi, film ini tentu diangkat dari kisah nyata. Dengan naskah yang ditulis oleh Robert Rodat dan disutradarai oleh Ben Lewis, film ini wajib ditonton untuk Anda yang menyukai film aksi berbau cerita detektif atau misteri. Kisah nyata seorang pemain bola kasti profesional, Moe Berg ketika harus menjadi mata-mata di perang dunia dua diceritakan dengan sangat apik di film ini.

Keseimbangan Hidup Bagi Mike Lewis

Bagi Mike Lewis, kehidupan kini semuanya tentang keseimbangan. Antara selalu ada untuk putranya, melanjutkan aspirasi bisnis keuangannya di Singapura, juga menjaga kehadirannya di industri hiburan Indonesia sambil menunggu sebuah peran film yang cocok.

Mike Sebagai Seorang Entertainer

15 tahun berkiprah di industri hiburan Indonesia, Mike Lewis dikenal sebagai seorang entertainer berkebangsaan asing yang wajahnya kerap menghiasi layar lebar maupun layar kaca. Meskipun demikian, tidak semua orang mengetahui perjalanan karier pria tampan satu ini, kesenangannya dengan buku dan kata-kata, juga kesehariannya yang penuh cinta untuk sang buah hati.

Mike Lewis pertama kali memasuki dunia hiburan pada saat dirinya berumur 13 tahun. Permulaannya sebagai model sudah membuat Mike menyambangi berbagai negara seperti Bangkok, New York, Montreal, Hong Kong, hingga Beijing. Mike akhirnya tinggal di Jakarta bersama keluarga setelah ayahnya yang bekerja di kedutaan ditugaskan di sini. Mike pun melanjutkan passionnya sebagai model di Jakarta di sela-sela kesibukannya berkuliah di negara asal, Kanada.

Aktor berdarah Kanada-Malaysia ini mengaku jatuh cinta dengan Indonesia sejak pertama kali menginjakkan kaki. Bagi Mike, kebudayaan yang hangat dan makanan yang lezat adalah daya tarik utama Indonesia. Jakarta adalah kota yang besar dan begitu hidup, banyak hal yang “ajaib” dan bisa dieksplorasi di sini. Misalnya saja budaya “oleh-oleh” yang sempat mengejutkan Mike karena dirinya merasa berubah menjadi Santa Claus setiap kali pergi jauh dan kembali lagi ke Indonesia dengan membeli oleh-oleh.

Dewi Fortuna mulai benar-benar memihak Mike Lewis pada tahun 2006 ketika dia mendapatkan peran di film horor lokal berjudul Suster Ngesot dan mendapatkan peran di sinetron Cinta Fitri setelahnya. Kesibukan Mike di dunia entertainment ini merupakan apa yang dia nikmati karena menjadi seorang entertainer, tepatnya aktor, sudah menjadi cita-cita Mike sejak kecil.

Namun ternyata, dulu Mike Lewis juga sempat memiliki cita-cita yang lain. Di antaranya yaitu menjadi seorang atlet, pemain Rugby profesional, hingga duta merek. Mike belum sempat memikirkan alternatif selain hal-hal yang disukainya itu karena dia terlalu sibuk untuk mewujudkannya. Yang sama-sama kita ketahui sekarang, salah satu cita-cita Mike itu telah terwujud.

Belum lama kemarin, Mike Lewis bahkan turut menyukseskan salah satu film aksi Indonesia yang gemilang berjudul FOXTROT SIX. Pembuatan film yang kurang lebih mengalami proses kreatif selama 7 tahun ini adalah satu dari sekian film yang paling berkesan di hati Mike selama jejak kariernya. Bagi Mike, FOXTROT SIX bukan sekadar film; ia adalah rumah bagi keluarga baru yang terdiri dari teman-temannya. Oleh karena itu lah Mike berharap banyak orang dapat menjadi saksi untuk hasil produksi film aksi lokal terbaik ini.

Mike Lewis mengakui jika dirinya memang paling menyukai film bergenre aksi. Kesenangannya membuat orang lain tertawa juga membuatnya berpikir bahwa mendapatkan peran di film yang memadukan genre aksi dan komedi akan menjadi sebuah mimpi yang ingin dia wujudkan suatu hari nanti.

Mike pun merasa bersyukur akan kesanggupannya bertahan di dunia hiburan untuk waktu yang lama walaupun cobaan kian datang menerpa. Dunia entertainment di Indonesia yang banyak mengalami perubahan, menurut kacamata Mike Lewis, juga mengarah pada banyak hal positif jika dilihat dari semakin banyaknya film-film lokal berkualitas yang dibuat dan meningkatnya minat masyarakat terhadap film.

Kini, sembari menunggu judul film yang benar-benar cocok dengannya, Mike Lewis tengah sibuk menjadi host di CNA Asia; sebuah program dokumenter traveling mewah yang juga telah membawanya menjelajah ke banyak tempat di dunia. Program ini juga dijalaninya dengan penuh suka cita lantaran membuatnya bisa menunjukkan kepribadian dirinya yang belum banyak diketahui orang: ketertarikannya pada makanan, kreativitasnya membuat konten, kata-kata, juga pribadi hangat Mike Lewis sebagai seorang ayah.

Mike Sebagai Seorang Ayah

Menjadi seorang bintang sudah pasti memberikan kesibukan yang lebih. Namun bagi Mike, hal tersebut bukanlah alasan untuk tidak memberikan perhatian penuh pada putra tercintanya. Delapan tahun ini benar-benar dimanfaatkan Mike Lewis untuk menikmati waktunya sebagai seorang ayah walaupun kesibukan kerap memisahkan mereka.

Ketika ditanya mengenai harapannya pada sang buah hati, Mike hanya ingin anaknya bisa benar-benar menikmati masa kanak-kanak dan tidak terlibat dalam masalah-masalah orang dewasa sebelum waktunya. Mike tidak ingin anaknya sudah disibukkan dengan dunia pekerjaan seperti syuting di usia sebelia ini. Ini adalah waktu sang anak tumbuh dan berkembang dengan baik, dikelilingi orang-orang yang mencintainya.

Membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga bisa dibilang cukup sulit, tapi Mike sudah dan akan terus melakukan yang terbaik yang dia bisa. Apalagi dengan canggihnya teknologi yang ada saat ini, Mike bisa “meraih” anaknya kapan pun dan dimana pun dia mau meskipun menghabiskan waktu liburan bersama anak tetap merupakan yang terbaik.

Tempat liburan favorit Mike Lewis adalah kepulauan Maladewa. Mike berharap suatu saat bisa kembali lagi ke sana atau mengunjungi tempat lain yang sangat ingin dikunjunginya seperti Istanbul dan Cape Town. Budaya, sejarah, dan keindahan kedua tempat tersebut adalah alasan utama Mike sangat ingin pergi ke tempat-tempat ini bersama orang yang dia cintai.

Selain berlibur bersama anak, membaca dan menulis buku juga merupakan apa yang disenangi Mike Lewis. Sejak kecil dirinya memang suka membaca, buku favoritnya adalah Gates of Fire karya Steven Pressfield. Kini, bacaannya lebih banyak diisi oleh buku-buku non fiksi seperti buku psikologi modern karya Malcolm Gladwell atau Jordan Peterson. Mike bahkan juga menyukai dunia tulis-menulis. Tulisan Mike mencakup segala hal yang terjadi di kehidupannya. Mike beranggapan bahwa tulisan adalah salah satu media terbaik untuknya berbagi kenangan bersama sang buah hati—terutama jika putranya membaca tulisan-tulisan Mike saat ia besar nanti.

Sebagai tambahan, sesuatu yang mungkin tidak dikira banyak orang adalah hobi memasak Mike untuk orang-orang yang dia cintai. Di keluarga, ini adalah salah satu cara ibunya menunjukkan cinta, dan Mike ingin menunjukkan itu pada putranya.

Bagaimanapun, benar-benar meluangkan waktu untuk anak adalah apa yang sangat disarankan oleh Mike Lewis pada para ayah atau orangtua di luar sana.

“Kalau kamu punya waktu untuk anak-anakmu, pergunakanlah dengan sebaik-baiknya. Waktu kebersamaan itu berharga untukmu dan anakmu. Saya berharap bisa punya lebih banyak waktu.”

Cover Story Mike Lewis dan bintang-bintang beken lainnya ini bisa Anda simak secara lebih eksklusif di majalah Network! yang bisa Anda unduh di sini.

Dua yang Menjadi Satu

Ketika dua orang yang berbakat dan mempunyai passion yang sama bergabung jadi satu, hasilnya adalah perpaduan yang unggul dan menarik perhatian. Hal itulah yang terjadi pada Iqbal dan Yandi dalam band mereka yang diberi nama “Dua Drum”.

Penggabungan drummer seperti yang dilakukan oleh Dua Drum ini adalah sesuatu yang unik dan baru. Diprakarsai oleh personilnya sendiri, Iqbal dan Yandi, Dua Drum sudah berdiri sejak tahun 2014 dan mengeluarkan album pertama mereka, Bergerak, pada tahun 2016.

Yoiqbal dan Yandi Andaputra atau yang lebih akrab dipanggil Iqbal dan Yandi ini memang sudah jatuh cinta dan berkutat dengan alat musik drum sejak mereka kecil; Iqbal sejak dia berumur 4 tahun, dan Yandi sejak dia berumur 6 tahun. Keduanya memang terlahir dari keluarga yang menikmati musik dan sangat mendukung ketertarikan mereka akan musik. Dimulai dari berlatih dengan para ahli hingga akhirnya memperoleh berbagai pengalaman manggung yang membuat mereka semakin lihai menabuh alat musik favorit mereka ini.

Saking cintanya dengan drum, Iqbal bahkan mengaku tidak pernah terbesit cita-cita lain selain profesi yang digelutinya ini. Di sisi lain, cita-cita Yandi selain menjadi drummer juga tidak jauh dari dunia musik, yaitu menjadi seorang produser untuk penyanyi-penyanyi atau band.

Seakan menyetujui cita-cita terdalam mereka, semesta pun akhirnya mempertemukan Iqbal dan Yandi–rumah mereka bertetangga setelah Iqbal pindah dari Kalimantan ke Jakarta. Bertemu di sebuah acara dan sering main bareng menciptakan “chemistry” pada mereka hingga tercetuslah ide untuk membuat sebuah band bersama dengan konsep yang unik yaitu Dua Drum.

Sebelum bergabung menjadi satu, Iqbal sudah berkarier menjadi drummer profesional dengan musisi-musisi profesional lainnya seperti Iwan Fals, Afghan, Geisha, dan lain-lain. Sementara Yandi disebutkan pernah berkolaborasi dengan Kunto Aji, Isyana Sarasvati, juga Dewa Budjana. Mereka sudah bermain di panggung-panggung besar seperti Java Jazz Festival dan Jakarta International Blues Festival.

Album musik Dua Drum pun terdiri dari lagu-lagu yang mereka ciptakan sendiri dengan dibantu oleh musisi-musisi lainnya. Dua Drum yang kini masih sibuk manggung pun mengungkapkan melalui karya bagaimana mereka sangat mencintai apa yang mereka lakukan ini: tumbuh dan berkembang bersama alat musik favorit sendiri. Iqbal dan Yandi ingin menunjukkan pada drummer-drummer lainnya bahwa “main drum itu tidak harus di belakang, tapi juga bisa di depan dengan membuat suatu karya yang bisa didengar banyak orang.”

Simak profil menarik dan eksklusif lainnya di majalah Network! yang bisa Anda akses di sini.

Seragam Anak Menggemaskan dari Seluruh Dunia

Terkesan sepele, namun seragam memiliki makna tersembunyi dalam kehidupan sosial yang dimulai sejak kecil. Bertujuan untuk menghilangkan kesenjangan sosial antar murid sekaligus menjadi identitas, seragam juga merupakan kebanggaan sekaligus kebahagiaan tersendiri bagi orangtua karena menandakan anaknya yang sudah mulai bersekolah.

Budaya memakai seragam sekolah dipercaya dimulai di London, Inggris tahun 1552 dan sejak saat itu banyak diadopsi di seluruh dunia, salah satunya adalah karena faktor penjajahan. Beberapa negara ada yang merasa bahwa seragam sekolah merupakan wujud militerisasi bagi anak sehingga mereka tetap memakai baju bebas kepada anak ke sekolah. Hal ini terjadi seiring perkembangan budaya dari negara-negara maju seperti Amerika.

Di Indonesia sendiri, budaya mencorat-coret seragam saat kelulusan cukup menjadi sorotan dunia, karena mengingat masih banyaknya masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan dan tidak mampu membeli seragam sekolah. Alangkah baiknya jika seragam bekas disumbangkan bagi mereka yang tidak mampu jika memang masih menerapkan sistem pemakaian seragam ke sekolah yang tidak disubsidi oleh pemerintah.

Terlepas dari konsep dasar seragam yang menyeragamkan anak dari berbagai latar belakang keluarga dan status sosial, masih banyak pihak sekolah yang ingin ‘membedakan diri’ dengan seragam, khususnya sekolah swasta karena berkaitan dengan prestise. Di berbagai belahan dunia, seragam disesuaikan dengan fungsi dan nilai-nilai budaya tertentu.

Di Inggris, topi perahu anyaman bentuk bundar masih digunakan sebagai pengingat bangsa Inggris yang merupakah pelaut yang mengarungi dunia, sama halnya dengan Jepang yang bagian kerahnya mengingatkan kita akan bentuk kerah pelaut. Di Ladakh-India, Mogadishu-Somalia, Myanmar, Sussex Barat-Inggris, unsur religi masih kental terasa dalam penerapan seragam yang terfokus pada studi agama dalam kurikulum sekolah.

Di beberapa negara, seragam serba tertutup juga memang dimaksudkan untuk melindungi anak dari kejahatan di mana kejahatan seksual kerap terjadi. Pakem standar seragam yang umum digunakan adalah kemeja lengan pendek/panjang, rompi/sweater, rok detail lipit (untuk anak perempuan). Beberapa negara pun melengkapinya dengan jaket jas untuk menghangatkan tubuh anak dari udara dingin. Pembedaan warna pun masih digunakan untuk diferensiasi lama belajar anak.

Simak ringkasan foto-foto seragam anak yang menggemaskan di seluruh dunia hanya di majalah Network! edisi Juni yang bisa Anda unduh di sini.

Joko Pinurbo – Penggubah Kata

Sebagai seorang penyair terkemuka Indonesia, karya-karya Joko Pinurbo sudah lama melanglang di seantero negeri dan dihayati oleh para pecinta sastra. Belum lama ini, Joko Pinurbo pun kembali menerbitkan karya. Kali ini dalam bentuk novel, bukan syair seperti biasa.

Syair-syair gubahan Joko Pinurbo adalah bentuk dari kekayaan literasi Indonesia. Dia berhasil menciptakan karya dengan keunikan sendiri, yakni konsep jenaka dan hal-hal kecil yang ajaibnya bisa dibuat puitis oleh penyair satu ini.

Joko Pinurbo mengaku sudah menyukai puisi sejak dia masih sekolah, tepatnya di kelas satu sekolah menengah atas. Dimulai dari kesenangan membaca hingga terbesit keinginan untuk mencipta karya juga. Karya Joko Pinurbo pertama kali terbit pada tahun 1999. Karya tersebut berupa buku kumpulan puisi bertajuk “Celana”. Kemunculannya lantas memberikan angin segar di dunia sastra Indonesia dengan khas jenaka, gaya naratif, dan pengangkatan objek-objek yang belum pernah ditulis oleh penyair-penyair sebelumnya.

Kegemilangan Joko Pinurbo atau yang sering dipanggil Jokpin ini bukan tanpa kerikil dan cobaan. Ia bahkan pernah membakar seluruh karyanya yang terdahulu lantaran beberapa kali ditolak oleh penerbit, sebelum kemudian dia bangkit dengan kemunculan yang begitu mengundang decak kagum.

Kali ini, Joko Pinurbo kembali membuat penikmat literasi terpukau dengan Srimenanti–karyanya dalam wujud novel yang pertama. Ketika ditanya mengenai tanggapannya mengenai proses mencipta karya yang beralih dari puisi ke novel, Jokpin mengaku bahwa meskipun terasa lebih sulit, proses pengerjaannya juga merupakan sesuatu yang dia nikmati.

Joko Pinurbo mengatakan bahwa karya dalam bentuk cerita seperti novel ini bisa membuatnya menyampaikan pesan atau maksud ke pembaca secara lebih leluasa dibandingkan puisi. Untuk selanjutnya, Jokpin pun ingin menciptakan novel lagi–kali ini yang lebih tebal dari Srimenanti.

Baca ulasan profil menarik lainnya di majalah Network! yang kini bisa Anda unduh di sini.

Romancing the Jungle

CinemaWorld (MNC Play channel 410)

Perdana Senin, 24 Juni @ 20.00 WIB

Saksikan petualangan aksi seru penuh humor dan pesona – sebuah komedi petualangan dari seorang jurnalis canggung yang penuh tekad dan penyelundup bengal yang tak ingin kamu lewatkan.