Keseimbangan Hidup Bagi Mike Lewis

Bagi Mike Lewis, kehidupan kini semuanya tentang keseimbangan. Antara selalu ada untuk putranya, melanjutkan aspirasi bisnis keuangannya di Singapura, juga menjaga kehadirannya di industri hiburan Indonesia sambil menunggu sebuah peran film yang cocok.

Mike Sebagai Seorang Entertainer

15 tahun berkiprah di industri hiburan Indonesia, Mike Lewis dikenal sebagai seorang entertainer berkebangsaan asing yang wajahnya kerap menghiasi layar lebar maupun layar kaca. Meskipun demikian, tidak semua orang mengetahui perjalanan karier pria tampan satu ini, kesenangannya dengan buku dan kata-kata, juga kesehariannya yang penuh cinta untuk sang buah hati.

Mike Lewis pertama kali memasuki dunia hiburan pada saat dirinya berumur 13 tahun. Permulaannya sebagai model sudah membuat Mike menyambangi berbagai negara seperti Bangkok, New York, Montreal, Hong Kong, hingga Beijing. Mike akhirnya tinggal di Jakarta bersama keluarga setelah ayahnya yang bekerja di kedutaan ditugaskan di sini. Mike pun melanjutkan passionnya sebagai model di Jakarta di sela-sela kesibukannya berkuliah di negara asal, Kanada.

Aktor berdarah Kanada-Malaysia ini mengaku jatuh cinta dengan Indonesia sejak pertama kali menginjakkan kaki. Bagi Mike, kebudayaan yang hangat dan makanan yang lezat adalah daya tarik utama Indonesia. Jakarta adalah kota yang besar dan begitu hidup, banyak hal yang “ajaib” dan bisa dieksplorasi di sini. Misalnya saja budaya “oleh-oleh” yang sempat mengejutkan Mike karena dirinya merasa berubah menjadi Santa Claus setiap kali pergi jauh dan kembali lagi ke Indonesia dengan membeli oleh-oleh.

Dewi Fortuna mulai benar-benar memihak Mike Lewis pada tahun 2006 ketika dia mendapatkan peran di film horor lokal berjudul Suster Ngesot dan mendapatkan peran di sinetron Cinta Fitri setelahnya. Kesibukan Mike di dunia entertainment ini merupakan apa yang dia nikmati karena menjadi seorang entertainer, tepatnya aktor, sudah menjadi cita-cita Mike sejak kecil.

Namun ternyata, dulu Mike Lewis juga sempat memiliki cita-cita yang lain. Di antaranya yaitu menjadi seorang atlet, pemain Rugby profesional, hingga duta merek. Mike belum sempat memikirkan alternatif selain hal-hal yang disukainya itu karena dia terlalu sibuk untuk mewujudkannya. Yang sama-sama kita ketahui sekarang, salah satu cita-cita Mike itu telah terwujud.

Belum lama kemarin, Mike Lewis bahkan turut menyukseskan salah satu film aksi Indonesia yang gemilang berjudul FOXTROT SIX. Pembuatan film yang kurang lebih mengalami proses kreatif selama 7 tahun ini adalah satu dari sekian film yang paling berkesan di hati Mike selama jejak kariernya. Bagi Mike, FOXTROT SIX bukan sekadar film; ia adalah rumah bagi keluarga baru yang terdiri dari teman-temannya. Oleh karena itu lah Mike berharap banyak orang dapat menjadi saksi untuk hasil produksi film aksi lokal terbaik ini.

Mike Lewis mengakui jika dirinya memang paling menyukai film bergenre aksi. Kesenangannya membuat orang lain tertawa juga membuatnya berpikir bahwa mendapatkan peran di film yang memadukan genre aksi dan komedi akan menjadi sebuah mimpi yang ingin dia wujudkan suatu hari nanti.

Mike pun merasa bersyukur akan kesanggupannya bertahan di dunia hiburan untuk waktu yang lama walaupun cobaan kian datang menerpa. Dunia entertainment di Indonesia yang banyak mengalami perubahan, menurut kacamata Mike Lewis, juga mengarah pada banyak hal positif jika dilihat dari semakin banyaknya film-film lokal berkualitas yang dibuat dan meningkatnya minat masyarakat terhadap film.

Kini, sembari menunggu judul film yang benar-benar cocok dengannya, Mike Lewis tengah sibuk menjadi host di CNA Asia; sebuah program dokumenter traveling mewah yang juga telah membawanya menjelajah ke banyak tempat di dunia. Program ini juga dijalaninya dengan penuh suka cita lantaran membuatnya bisa menunjukkan kepribadian dirinya yang belum banyak diketahui orang: ketertarikannya pada makanan, kreativitasnya membuat konten, kata-kata, juga pribadi hangat Mike Lewis sebagai seorang ayah.

Mike Sebagai Seorang Ayah

Menjadi seorang bintang sudah pasti memberikan kesibukan yang lebih. Namun bagi Mike, hal tersebut bukanlah alasan untuk tidak memberikan perhatian penuh pada putra tercintanya. Delapan tahun ini benar-benar dimanfaatkan Mike Lewis untuk menikmati waktunya sebagai seorang ayah walaupun kesibukan kerap memisahkan mereka.

Ketika ditanya mengenai harapannya pada sang buah hati, Mike hanya ingin anaknya bisa benar-benar menikmati masa kanak-kanak dan tidak terlibat dalam masalah-masalah orang dewasa sebelum waktunya. Mike tidak ingin anaknya sudah disibukkan dengan dunia pekerjaan seperti syuting di usia sebelia ini. Ini adalah waktu sang anak tumbuh dan berkembang dengan baik, dikelilingi orang-orang yang mencintainya.

Membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga bisa dibilang cukup sulit, tapi Mike sudah dan akan terus melakukan yang terbaik yang dia bisa. Apalagi dengan canggihnya teknologi yang ada saat ini, Mike bisa “meraih” anaknya kapan pun dan dimana pun dia mau meskipun menghabiskan waktu liburan bersama anak tetap merupakan yang terbaik.

Tempat liburan favorit Mike Lewis adalah kepulauan Maladewa. Mike berharap suatu saat bisa kembali lagi ke sana atau mengunjungi tempat lain yang sangat ingin dikunjunginya seperti Istanbul dan Cape Town. Budaya, sejarah, dan keindahan kedua tempat tersebut adalah alasan utama Mike sangat ingin pergi ke tempat-tempat ini bersama orang yang dia cintai.

Selain berlibur bersama anak, membaca dan menulis buku juga merupakan apa yang disenangi Mike Lewis. Sejak kecil dirinya memang suka membaca, buku favoritnya adalah Gates of Fire karya Steven Pressfield. Kini, bacaannya lebih banyak diisi oleh buku-buku non fiksi seperti buku psikologi modern karya Malcolm Gladwell atau Jordan Peterson. Mike bahkan juga menyukai dunia tulis-menulis. Tulisan Mike mencakup segala hal yang terjadi di kehidupannya. Mike beranggapan bahwa tulisan adalah salah satu media terbaik untuknya berbagi kenangan bersama sang buah hati—terutama jika putranya membaca tulisan-tulisan Mike saat ia besar nanti.

Sebagai tambahan, sesuatu yang mungkin tidak dikira banyak orang adalah hobi memasak Mike untuk orang-orang yang dia cintai. Di keluarga, ini adalah salah satu cara ibunya menunjukkan cinta, dan Mike ingin menunjukkan itu pada putranya.

Bagaimanapun, benar-benar meluangkan waktu untuk anak adalah apa yang sangat disarankan oleh Mike Lewis pada para ayah atau orangtua di luar sana.

“Kalau kamu punya waktu untuk anak-anakmu, pergunakanlah dengan sebaik-baiknya. Waktu kebersamaan itu berharga untukmu dan anakmu. Saya berharap bisa punya lebih banyak waktu.”

Cover Story Mike Lewis dan bintang-bintang beken lainnya ini bisa Anda simak secara lebih eksklusif di majalah Network! yang bisa Anda unduh di sini.