Dua yang Menjadi Satu

Ketika dua orang yang berbakat dan mempunyai passion yang sama bergabung jadi satu, hasilnya adalah perpaduan yang unggul dan menarik perhatian. Hal itulah yang terjadi pada Iqbal dan Yandi dalam band mereka yang diberi nama “Dua Drum”.

Penggabungan drummer seperti yang dilakukan oleh Dua Drum ini adalah sesuatu yang unik dan baru. Diprakarsai oleh personilnya sendiri, Iqbal dan Yandi, Dua Drum sudah berdiri sejak tahun 2014 dan mengeluarkan album pertama mereka, Bergerak, pada tahun 2016.

Yoiqbal dan Yandi Andaputra atau yang lebih akrab dipanggil Iqbal dan Yandi ini memang sudah jatuh cinta dan berkutat dengan alat musik drum sejak mereka kecil; Iqbal sejak dia berumur 4 tahun, dan Yandi sejak dia berumur 6 tahun. Keduanya memang terlahir dari keluarga yang menikmati musik dan sangat mendukung ketertarikan mereka akan musik. Dimulai dari berlatih dengan para ahli hingga akhirnya memperoleh berbagai pengalaman manggung yang membuat mereka semakin lihai menabuh alat musik favorit mereka ini.

Saking cintanya dengan drum, Iqbal bahkan mengaku tidak pernah terbesit cita-cita lain selain profesi yang digelutinya ini. Di sisi lain, cita-cita Yandi selain menjadi drummer juga tidak jauh dari dunia musik, yaitu menjadi seorang produser untuk penyanyi-penyanyi atau band.

Seakan menyetujui cita-cita terdalam mereka, semesta pun akhirnya mempertemukan Iqbal dan Yandi–rumah mereka bertetangga setelah Iqbal pindah dari Kalimantan ke Jakarta. Bertemu di sebuah acara dan sering main bareng menciptakan “chemistry” pada mereka hingga tercetuslah ide untuk membuat sebuah band bersama dengan konsep yang unik yaitu Dua Drum.

Sebelum bergabung menjadi satu, Iqbal sudah berkarier menjadi drummer profesional dengan musisi-musisi profesional lainnya seperti Iwan Fals, Afghan, Geisha, dan lain-lain. Sementara Yandi disebutkan pernah berkolaborasi dengan Kunto Aji, Isyana Sarasvati, juga Dewa Budjana. Mereka sudah bermain di panggung-panggung besar seperti Java Jazz Festival dan Jakarta International Blues Festival.

Album musik Dua Drum pun terdiri dari lagu-lagu yang mereka ciptakan sendiri dengan dibantu oleh musisi-musisi lainnya. Dua Drum yang kini masih sibuk manggung pun mengungkapkan melalui karya bagaimana mereka sangat mencintai apa yang mereka lakukan ini: tumbuh dan berkembang bersama alat musik favorit sendiri. Iqbal dan Yandi ingin menunjukkan pada drummer-drummer lainnya bahwa “main drum itu tidak harus di belakang, tapi juga bisa di depan dengan membuat suatu karya yang bisa didengar banyak orang.”

Simak profil menarik dan eksklusif lainnya di majalah Network! yang bisa Anda akses di sini.