Kecintaan Akan Musik

Bisa bernyanyi, memainkan beragam alat musik, menciptakan lagu, hingga melatih vokal adalah bukti kecintaan pria satu ini pada musik. Dirinya bahkan sudah berkecimpung di dunia yang penuh dengan lantunan nada sejak dirinya bisa mengingat.

Indra Aziz pertama kali jatuh cinta pada musik saat kecil. Mendiang ibunya yang suka bernyanyi dalam beragam kesempatan dan ayahnya yang kerap kali membelikan instrumen musik untuk dia mainkanlah yang kurang lebih berperan di sini. Tapi, meskipun sempat berkutat dengan drum, gitar, kibor, hingga basis, vokal lah yang paling dia sukai dan menjadi keahliannya. “Alat” musik ini menurutnya adalah yang paling erat dengan story telling sehingga dia merasa lebih bisa berekspresi dengan suara dibanding alat musik yang lain.

Meskipun demikian, Indra Aziz juga mengaku akrab dengan alat musik saksofon yang dia mainkan sejak tahun 1998. Dalam ceritanya pada majalah Network!, alat musik ini membuatnya mendapatkan wawasan musik yang lebih luas dan relasi yang lebih besar. Selain itu, alat musik ini juga mirip dengan suara yaitu sama-sama menggunakan napas.

Berbicara tentang Indra Aziz tidak bisa lepas dari kegemarannya akan musik Jazz. Meskipun awalnya mengaku pusing dan tidak suka dengan genre musik ini, Indra Aziz sudah berbalik jatuh cinta berkat cool jazz yang diperkenalkan oleh temannya. Bagi Indra, Jazz memiliki begitu banyak aspek yang bisa didalami dan membuat moodnya lebih baik setiap kali mendengarkannya. Jazz juga bisa menjadi “playground” yang sangat baik bagi para musisi karena membangun kolaborasi yang kuat.

Albumnya yang akhir tahun lalu debut juga berisikan lagu jazz yang Indra Aziz nyanyikan dan ciptakan sendiri dengan hati. Ketika ditanya mengapa tidak mengawali kariernya dengan terjun langsung ke dunia tarik suara, Indra Aziz mengatakan kalau sejak awal dia memang suka melatih vokal. Layaknya sutradara dengan pemain film, profesi di balik layar seperti vocal coach dan penyanyi di panggung atau rekaman pun tidak bisa disamakan.

Keasyikannya melatih vokal terlihat dari kepiawaiannya dalam mengedukasi murid-murid yang sudah akrab dengan masyarakat seperti Rossa, Afghan, para finalis Indonesian Idol, dan masih banyak lagi. Caranya membantu mereka yang berlatih bersamanya dalam “mengakali” kelemahan bernyanyi masing-masing adalah dengan fokus pada kelebihan hingga mereka terbiasa dan termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi.

Sementara untuk menciptakan lagu bagus, Indra mengatakan bahwa modal utama terletak pada konsep cerita. Semua yang ingin diceritakan dari lagu itulah yang kemudian bisa dikembangkan menjadi suatu karya musik yang memiliki koneksi dengan pendengarnya. Khusus untuk albumnya, makna “jangan takut salah atau takut mencoba” pun dia sampaikan.

Hal terkeren yang patut menjadi inspirasi dari Indra Aziz adalah fakta bahwa meskipun berkecimpung di dunia musik, dirinya juga ahli dalam bidang lain seperti programming (membuat game dan aplikasi), seni peran (beberapa kali menjadi pemeran dalam acara televisi), hingga menulis. Pemusik yang mengaku memfavoritkan Indra Lesmana ini mengungkapkan bahwa dirinya sudah menyiapkan naskah buku belajar vokal yang dia harap akan rilis tahun ini bersama dengan materi audionya juga.

Simak ulasan profil-profil menarik lainnya dalam Network! E-Magazine yang bisa Anda unduh di sini.