Menjaga Kesehatan Kulit Saat Puasa

Umat muslim yang menjalani ibadah puasa akan merasakan perbedaan signifikan pada kesehatan kulit, yakni terasa lebih kering. Hal ini dikarenakan tubuh tidak mendapat asupan cairan selama 12 jam lebih seharian. Selain itu, pola makan dan istirahat pun berubah dengan momen sahur dan berbuka puasa. Agar kulit tetap sehat dan bisa menjalani mudik dan silaturahmi di hari lebaran dengan prima, Anda bisa mengikuti tips sehat berikut ini.

Asupan Cairan
Kulit yang terhidrasi dengan baik akan mencegah Anda terlihat bersisik karena kekeringan. Anda bisa memakai rumus takaran minimal mengonsumsi air minum 2-4-2. 2 gelas besar saat buka puasa, empat gelas besar saat malam hari dan dua gelas besar saat sahur. Sesuai penelitian dari Jurnal Cosmetic Science, minum 9,5 gelas setiap hari yang setara dengan 2,25 liter air niscaya dapat menjaga kelembapan kulit.

Buah & Sayur
Sebenarnya saat sedang tidak puasa pun buah dan sayur penting dikonsumsi untuk menjaga pencernaan. Namun di bulan puasa saat tubuh menjadi lebih kering, maka kandungan air yang terkandung dalam sayur dan buah menjadi krusial. Semangka, stroberi, tomat, melon dan buah lainnya yang banyak mengandung air baik untuk menjaga kesegaran sekaligus vitalitas kulit dan tubuh.

Memakai Pelembap
Bagi Anda yang memiliki kulit normal, pelembap dengan kandungan cylomethicone dianjurkan ahli. Untuk kulit berminyak, pelembap dengan bahan dasar air mencegah kesan lengket. Dan bagi yang berkulit kering, kandungan pelembap dengan dimethicone, sodium PCA, shea butter, panthenol, dan cyclopentasiloxane menghindari komplikasi kulit kering seperti radang dan iritasi.

Menjaga Kebersihan
Berwudhu sangat baik untuk menjaga kesegaran dan kebersihan kulit selama seharian, namun di pagi dan malam hari sebelum beraktifitas, jangan lupa menggunakan pembersih yang mampu mengangkat sel kulit mati. Pilihlah produk yang tidak berwarna, mengandung parfum, berbusa berlebih dan berbau.

Istirahat Cukup
Saat menjalani ibadah puasa, waktu istirahat akan berkurang karena harus bangun sahur untuk menyiapkan makanan terlebih dahulu dan belum tentu bisa kembali tidur setelahnya. Kuncinya adalah tidak tidur terlalu malam dari biasanya.